Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto menyatakan pihaknya tengah menjadwalkan Rapat Kerja dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin membahas tiga prajurit TNI gugur saat bertugas dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon buntut serangan Israel ke wilayah Lebanon selatan. Ia menyebut rapat tersebut diharapkan bisa mengungkap fakta sebenarnya.
"Nah kita sedang jadwalin, nih, sebab beliau kan juga bukannya nggak mau, kadang beliau kan juga jadwalnya udah sebulan di muka jadi kita lihat, yang penting rapat itu benar-benar apa adanya dan bisa mengungkap fakta dan kita ngambil kebijakan nggak keliru," kata Utut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
Utut mengatakan rapat dengan Menhan bukan hanya terkait isu geopolitik. Ia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI di Lebanon.
"Bukan lah, bukan hanya geopolitik. Ya itu yang prajurit yang gugur, kita semua kan berduka. Mudah-mudahan nggak ada lagi yang gugur," ujar Utut.
Ia juga menyinggung kasus penyiraman. Utut tak ingin kasus serupa terjadi kembali.
"Dan terus juga soal mudah-mudahan bagaimana sikap kita jangan sampai terulang lagi kasus penyiraman. Terus, itu kira-kira agendanya kira-kira itu," ujar Utut.
"Tapi kita kan juga nggak bisa memaksa, kita kan harus nunggu kesediaan beliau. Kesediaan waktu lah, kalau orangnya pasti bersedia," tambahnya.
Sebelumnya Presiden Prabowo melepas jenazah tiga prajurit yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL). Adapun ketiga prajurit yang gugur adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon.
Simak juga Video 'Momen Menhan Sjafrie Kunjungi Yonif TP 828 di Kalsel':
(dwr/gbr)





