Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, menyatakan pihaknya akan menjadwalkan rapat bersama Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, untuk membahas gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan.
Utut mengatakan rapat tersebut tengah dijadwalkan menyesuaikan agenda Menhan yang telah padat.
“Nah, kita sedang jadwalin nih, sebab beliau kan juga jadwalnya sudah sebulan di muka. Jadi kita lihat yang penting rapat itu benar-benar apa adanya dan bisa mengungkap fakta,” kata Utut di kompleks DPR RI, Senin (6/4).
Ia menekankan pentingnya pembahasan yang komprehensif agar DPR dapat mengambil kebijakan yang tepat.
Singgung Kasus Penyiraman Air KerasSelain membahas gugurnya prajurit, Komisi I DPR juga akan menyinggung kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Utut berharap kasus serupa tidak kembali terjadi.
“Ya itu, yang prajurit yang gugur. Kita semua kan berduka. Mudah-mudahan enggak ada lagi yang gugur. Dan juga bagaimana sikap kita supaya tidak terulang lagi kasus penyiraman,” tuturnya.
Meski demikian, Utut belum memastikan waktu pelaksanaan rapat maupun apakah akan digelar secara terbuka atau tertutup.
“Tapi kita kan juga enggak bisa memaksa, kita harus menunggu kesediaan waktu beliau. Kalau orangnya pasti bersedia,” katanya.





