Pengangkutan Terbatas, Sampah di TPS Waduk Cincin Lebih Banyak Masuk daripada Keluar

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com — Penumpukan sampah terjadi di tempat penampungan sementara (TPS) Waduk Cincin, Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kondisi ini disebut mulai terjadi setelah adanya insiden di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang berdampak pada pembatasan pengiriman sampah dari Jakarta.

Salah seorang pengumpul barang rongsok di lokasi, Fandi (45), mengatakan penumpukan mulai terlihat sejak operasional di Bantargebang bermasalah.

Baca juga: Setahun Terbengkalai, Tumpukan Sampah di Stasiun Jurangmangu Ganggu Pengguna KRL

"Ya, semenjak Bantargebang bermasalah aja jadi numpuk kayak begini. Biasanya mah engga," ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (6/4/2026).

Hal serupa disampaikan petugas pengangkut sampah, Norman (bukan nama sebenarnya). Ia menyebutkan, penumpukan terjadi karena jumlah truk yang dapat masuk ke Bantargebang kini dibatasi.

"Sekarang dibatesin. Misalkan Jakarta Utara nih ya, 200 mobil doang masuk. Walaupun kami dateng, kalau enggak ada datanya, kami enggak bisa masuk. Balik lagi," ucapnya saat ditemui Kompas.com di sekitar lokasi pada Senin.

Menurut Norman, volume sampah yang masuk ke TPS Waduk Cincin saat ini jauh lebih besar dibandingkan sampah yang dapat diangkut keluar menuju Bantargebang. Kondisi tersebut menyebabkan sampah terus menumpuk di lokasi.

"Intinya mah tujuh kelurahan (di Kecamatan Tanjung Priok) semua ke mari. Di sini jadi pengeluaran lima (truk) pemasukan sepuluh mobil," ungkap Norman.

Kepala Seksi Penanganan Sampah dan Limbah B3 Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Ardiyanto, membenarkan bahwa insiden di Bantargebang berdampak pada penumpukan sampah di TPS Waduk Cincin.

Baca juga: Pramono Targetkan Penanganan Sampah di Pasar Kramat Jati Selesai Sepekan

"Sebelumnya kemarin sempat zero tapi karena ada insiden Bantargebang itu memang jadi cukup berdampak," ujarnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin.

Ia juga menyebutkan, penumpukan terjadi karena adanya pengalihan sampah dari sejumlah TPS lain yang ditutup ke TPS Waduk Cincin.

"Ada beberapa dari TPS lain yang tutup dialihkan ke Waduk Cincin," katanya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ardiyanto memastikan pihaknya akan segera menangani penumpukan tersebut. Setelah pembersihan dilakukan, pengawasan di TPS Waduk Cincin akan diperketat agar kondisi serupa tidak kembali terjadi.

"Setelah kami gempur pasti akan kami maintance dan perketat pengawasannya. Rencananya saya besok ke sana," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Sebut Seluruh Siswa yang Diduga Keracunan MBG di Jaktim Sudah Dipulangkan
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Angkutan Pasir dan Barang Campuran Dominasi Pelanggaran Razia Truk ODOL
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Kampus Didorong PJJ Proporsional untuk Efisiensi dan Ubah Pola Kerja
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
RUU Perampasan Aset Diminta Pastikan Sita Harta yang Terbukti Hasil Pidana
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Harga Tiket Murah Rp8.000! Jadwal KRL Yogyakarta-Solo Pekan Ini, 6 hingga 12 April 2026
• 14 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.