FAJAR, TEHERAN—Iran bersumpah untuk membalas dengan kekuatan yang lebih menghancurkan jika AS dan Israel menyerang infrastruktur sipil.
Pernyataan tegas itu muncul tak lama setelah Presiden Donald Trump memperingatkan akan adanya serangan baru terhadap negara itu jika Teheran gagal memenuhi tenggat waktu untuk membuka kembali jalur pelayaran vital Selat Hormuz.
“Jika serangan terhadap target sipil diulangi, fase selanjutnya dari operasi pembalasan kami akan dilakukan dengan dampak yang jauh lebih menghancurkan dan luas,” kata seorang juru bicara militer Iran dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh penyiar negara IRIB pada Minggu malam waktu setempat dikutip dari Newsweek.
Dalam unggahan media sosial yang penuh dengan kata-kata kasar, Trump yang sudah berulang kali menggertak dan membuat klaim menang mengatakan pasukan Amerika dapat menargetkan jembatan dan pembangkit listrik di Iran jika kepemimpinan Teheran tidak mengizinkan kapal-kapal untuk melewati Selat Hormuz tanpa hambatan.
Selamt Hormuz sudah diblokir Iran selama lebih dari sebulan yang membuat harga bahan bakar global melonjak dan kekhawatiran tentang pasokan minyak dan gas meningkat.
Tenggat waktu Trump sudah berakhir. Namun, ia kemudian tampaknya memperpanjang dan menetapkan tenggat waktu baru untuk Iran pada pukul 8 malam pada hari Selasa. (amr)





