Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyatakan pemerintah tengah memperkuat pembukaan akses pasar hingga penguatan rantai pasok produk UMKM Indonesia dengan membidik China sebagai mitra strategis.
Hal itu seiring dengan kunjungan kerja Menteri UMKM Maman Abdurrahman ke China pada Rabu (1/4/2026). Maman menyampaikan kunjungan tersebut setidaknya membawa empat agenda utama yang menjadi pondasi ekspansi UMKM ke pasar Negeri Panda.
“Kami ke China itu ingin membangun rantai pasok atau supply chain produk-produk UMKM kita yang ada di Indonesia dengan China. Lalu yang kedua juga memperluas akses pasar kita yang ada di China, dan yang ketiga kita akan membangun mengintegrasikan sistem Sapa UMKM kita dengan sistem IT yang terintegrasi dengan China juga,” kata Maman saat ditemui seusai Halalbihalal di Kantor Kementerian UMKM, Senin (6/4/2026).
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dengan mengirimkan beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk mempelajari kebijakan pengembangan UMKM di China yang dituangkan dalam sejumlah kontrak kerja sama.
Di samping itu, Maman menilai Indonesia juga memiliki peluang terhadap ekspor komoditas unggulan Indonesia yang memiliki permintaan tinggi di pasar China, salah satunya durian.
“Ternyata di China itu kebutuhan akan durian itu tinggi sekali. Nah di kita kan juga produsen durian, kita mulai membangun untuk mendorong, dan itu banyak supply durian di sana dari Thailand, dari Vietnam. Nah, Indonesia masih sangat kecil sekali,” ujarnya.
Baca Juga
- Ekspor Sawit Berisiko Tertekan
- Saham Pilihan Sektor Nikel di Tengah Sentimen Pajak Ekspor dan Kenaikan Kuota Produksi
- PMI Manufaktur Melambat, Pengusaha Soroti Tekanan Ekspor dan Biaya Produksi
Maman menuturkan China pada prinsipnya terbuka terhadap peluang semua lah komoditas selama pelaku usaha mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Selain itu, lanjut dia, peluang serupa juga terbuka untuk komoditas lain seperti manggis, buah naga, hingga sarang burung walet yang telah memiliki pangsa pasar signifikan di China.
Dia menambahkan, pemerintah turut menindaklanjuti aspirasi pelaku usaha sarang burung walet untuk memperluas akses pasar di Negeri Tirai Bambu.
Lebih lanjut, kerja sama ini juga akan diperkuat melalui forum regional Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) yang akan digelar di China pada September mendatang.
Maman menegaskan bahwa fokus utama lawatan tersebut bukan pada investasi, melainkan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk UMKM Indonesia.
“Kalau saya kemarin tidak bicara pada konteks investasi China ke Indonesia, tetapi saya bicara pada konteks bagaimana China bisa membantu membuka akses pasar yang lebih besar kepada produk-produk UMKM kita yang ada di Indonesia,” pungkasnya.





