Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Australia memastikan pasokan bahan bakar nasional aman hingga Mei di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan volatilitas pasar minyak global.
Menteri Perubahan Iklim dan Energi Australia Chris Bowen, Senin, mengatakan bahwa pasokan bahan bakar saat ini dipastikan mencukupi sepanjang April hingga memasuki Mei.
“Sekarang kondisinya kita aman sepanjang April hingga Mei. Semua pesanan telah dikunci dan dikontrak. Setelah dikontrak, bahan bakar tersebut menjadi milik perusahaan Australia yang membelinya, sehingga secara hukum telah terjamin. Ini hal yang menggembirakan,” kata Bowen kepada media penyiaran ABC.
Sebelumnya, otoritas Australia menyebutkan cadangan bahan bakar mereka hanya cukup hingga akhir April, dan kini tengah diupayakan untuk memastikan pasokan pada bulan berikutnya.
Sementara itu, jumlah stasiun pengisian bahan bakar di seluruh negeri yang kehabisan solar dilaporkan menurun dan saat ini tercatat sebanyak 274 lokasi.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk Kota Teheran, yang menimbulkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi konflik di kawasan itu telah menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk ke pasar global.
Situasi tersebut juga memengaruhi ekspor dan produksi minyak di negara-negara Teluk serta mendorong kenaikan harga energi global.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Australia beri pinjaman tanpa bunga bagi bisnis terdampak kenaikan BBM
Baca juga: Australia pangkas pajak BBM hingga separuh selama 3 bulan
Menteri Perubahan Iklim dan Energi Australia Chris Bowen, Senin, mengatakan bahwa pasokan bahan bakar saat ini dipastikan mencukupi sepanjang April hingga memasuki Mei.
“Sekarang kondisinya kita aman sepanjang April hingga Mei. Semua pesanan telah dikunci dan dikontrak. Setelah dikontrak, bahan bakar tersebut menjadi milik perusahaan Australia yang membelinya, sehingga secara hukum telah terjamin. Ini hal yang menggembirakan,” kata Bowen kepada media penyiaran ABC.
Sebelumnya, otoritas Australia menyebutkan cadangan bahan bakar mereka hanya cukup hingga akhir April, dan kini tengah diupayakan untuk memastikan pasokan pada bulan berikutnya.
Sementara itu, jumlah stasiun pengisian bahan bakar di seluruh negeri yang kehabisan solar dilaporkan menurun dan saat ini tercatat sebanyak 274 lokasi.
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk Kota Teheran, yang menimbulkan kerusakan dan korban sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi konflik di kawasan itu telah menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk ke pasar global.
Situasi tersebut juga memengaruhi ekspor dan produksi minyak di negara-negara Teluk serta mendorong kenaikan harga energi global.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Australia beri pinjaman tanpa bunga bagi bisnis terdampak kenaikan BBM
Baca juga: Australia pangkas pajak BBM hingga separuh selama 3 bulan


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2026%2F04%2F06%2F02b5acc0-f4bb-4339-b2e5-5214ac1b3d8b.jpg)


