JAKARTA, KOMPASTV - Eskalasi ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel memasuki babak baru yang menempatkan Washington dalam posisi dilematis.
Menurut Pakar Strategi PPAU Marsma (Purn) Agung Sasongkojati, Amerika Serikat saat ini berada dalam kondisi panik karena Iran memegang "handicap" di berbagai lini, mulai dari diplomasi, militer, hingga ekonomi.
"Amerika tidak bisa menghancurkan sistem ekonomi atau kilang minyak Iran, karena itu justru akan membalik dan menghantam ekonomi global serta rakyat Amerika sendiri. Iran memegang kunci saklar ekonomi Amerika," ujar Agung dala Breaking News KompasTV, Senin (6/4/2026).
Ia menekankan bahwa ancaman kehancuran memang ada, namun masyarakat Iran memiliki daya tahan karena posisi strategis ekonomi mereka di kancah dunia.
Lebih lanjut Pengamat Timur Tengah Hasibullah Satrawi menyampaikan meninjau dari sisi politik internasional.
Ia menilai Iran diuntungkan karena memiliki pengalaman dan kesiapan untuk perang jangka panjang, sementara Donald Trump dibatasi oleh waktu dan tekanan politik domestik menjelang pemilu.
“Iran diuntungkan karena dia punya pengalaman dan siap untuk perang lama. Sementara Amerika terutama Trump sangat dirugikan karena dia tidak punya waktu lama. Nah, oleh karena itu di bagian akhir ini saya ingin katakan melihat dampak buruk yang telah dilakukan oleh Trump,” kata Hasibullah.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Joshua
#iran #as #israel #breakingnews
Baca Juga: Ultimatum Trump ke Iran untuk Buka Selat Hormuz Berakhir Hari Ini | KOMPAS SIANG
Penulis : Yuilyana
Sumber : Kompas TV
- iran
- donald trump





