Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) Rini Widyantini menuturkan, pihaknya saat ini sedang menggenjot integrasi layanan pada Mal Pelayanan Publik (MPP) dengan kelahiran dan kepesertaan BPJS Kesehatan, INAku.
Dikutip dari lama PAN RB, melalui Citizen Portal INAku, BPJS tidak hanya mengandalkan kanal existing, tetapi berpotensi menjangkau lebih dari 200 juta pengguna yang sudah tervalidasi melalui NIK dan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Artinya, setiap bayi WNI yang dilahirkan di Indonesia dapat langsung menjadi peserta BPJS Kesehatan aktif.
“Hal ini, tentu akan meningkatkan coverage sekaligus menekan potensi exclusion secara sistematis. Di sisi lain, dari perspektif layanan, masyarakat langsung merasakan proses yang jauh lebih sederhana, cepat, dan terintegrasi sehingga berdampak pada peningkatan kepuasan terhadap layanan BPJS sebagai bagian dari layanan pemerintah,” kata Rini, Kamis (2/4).
Ia menambahkan, INAku juga dapat menjadi kanal strategis bagi BPJS untuk memperluas diseminasi informasi dan edukasi kepada masyarakat secara lebih luas dan tepat sasaran.
“Jadi, integrasi ini bukan hanya menyederhanakan proses, tetapi juga memperkuat positioning BPJS dalam ekosistem layanan publik digital yang terintegrasi,” ujarnya.
Nah Moms, proses integrasi ini tidak lantas menggantikan aplikasi Mobile JKN yang selama ini digunakan untuk mengakses BPJS Kesehatan. INAku hanya sebagai portal penghubung untuk memudahkan warga agar tidak perlu datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan untuk mendaftarkan kepesertaan bayinya.
“Artinya, layanan seperti BPJS tetap berjalan di sistemnya, namun diorkestrasi dalam satu pengalaman layanan yang utuh bagi masyarakat. Dengan pendekatan ini, integrasi dapat dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan layanan, mulai dari informasi, interaksi, hingga integrasi nantinya,” tutup Rini.





