Selain Indonesia, Ikan Sapu-Sapu ‘Serang’ Malaysia dan Filipina

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Fenomena ledakan ikan sapu-sapu ternyata tak hanya terjadi di Indonesia. Malaysia dan Filipina, termasuk negara yang melaporkan invasi spesies ini di sungai hingga mengganggu ekosistem dan aktivitas nelayan.

Di Malaysia, ikan ini dikenal sebagai ikan bandaraya, pleco, atau suckermouth fish. Sedangkan di Filipina disebut janitor fish.

Dalam laporan Malay Mail, komunitas pemancing dan relawan bahkan berhasil menangkap 75 ton ikan tersebut sejak akhir 2023 hingga Desember 2025.

"Sekitar 75 ton ikan bandaraya telah ditangkap di Semenanjung Malaysia," ujar Mohamad Haziq A. Rahman, pendiri kelompok pemburu ikan asing SPIA Malaysia, pada Sabtu (3/1).

Ia menambahkan, penangkapan dilakukan bersama berbagai pihak, termasuk kelompok Pemburu Ikan Sapu-Sapu dan Pemburu Monster Sungai, untuk menekan dampak terhadap ekosistem sungai.

Ikan ini berasal dari Amerika Selatan, pertama kali muncul pada awal 2000-an di kawasan Asia Tenggara, dan kini berkembang pesat karena mampu bertahan di air tercemar serta minim oksigen.

Dari Akuarium Jadi Ancaman

Laporan Bernama yang dimuat The Star menyebut ikan sapu-sapu awalnya merupakan ikan hias yang dilepas ke perairan umum Malaysia, termasuk Sungai Langat.

Tanpa predator alami, populasinya berkembang pesat dan mulai mendominasi habitat.

“Saat ikan bandaraya menggali jaringan terowongan dan rongga yang luas, mereka secara signifikan mengganggu kestabilan sedimen, terutama di area tepi sungai,” ujar Chang Chun Kiat, Wakil Direktur Pusat Penelitian Rekayasa Sungai dan Drainase Perkotaan (REDAC), Kampus Teknik Universiti Sains Malaysia pada 26 Oktober 2024.

Pola serupa juga terjadi di Filipina. Di negara ini, ikan sapu-sapu telah menyebar luas di sungai-sungai utama.

"Janitor fish telah menginvasi Laguna de Bay, Sungai Pasig, dan sistem sungai lainnya," demikian laporan Esquire Philippines pada 7 Juni 2023.

Ikan ini juga ditemukan di kawasan rawa Agusan Marsh di Mindanao. Para peneliti menduga, keberadaannya di sana berasal dari pelepasan ikan peliharaan ke alam liar secara terpisah.

Ganggu Nelayan, Mulai Ditangani

Keberadaan ikan sapu-sapu di Filipina juga berdampak langsung pada nelayan. Ikan ini merusak jaring, mengubah struktur sungai, hingga menggeser ikan lokal.

Media lokal Panay News melaporkan upaya pemberantasan terus dilakukan karena dampaknya yang meluas terhadap lingkungan dan ekonomi.

Baik Malaysia maupun Filipina kini mengandalkan penangkapan massal dan edukasi publik untuk mengendalikan populasi ikan ini.

Ketua Komite Infrastruktur dan Pertanian Selangor, Izham Hashim, mengatakan pemerintah sejak 2024 memberikan insentif sebesar 1 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 4.200 per kilogram ikan yang berhasil ditangkap warga.

“Jika memungkinkan, kami ingin menjadikan program ini berkelanjutan. Saya yakin populasi ikan bandaraya di kawasan perkotaan bisa dikurangi, bahkan dihilangkan,” katanya, dilansir The Strait Times pada 1 September 2025.

Menurut Izham, ikan-ikan yang ditangkap tidak semua dibuang, melainkan diolah menjadi pakan ternak bernutrisi tinggi dan pupuk organik menggunakan teknologi Bio-Nano Yanisys.

Filipina juga mengadopsi strategi yang sama, dengan mengolah ikan sapu-sapu menjadi fish fillet, fish ball, serta pakan ternak. Warga Manila dan sekitarnya diberi edukasi terkait spesies invasif tersebut.

Fenomena ini menunjukkan bahwa ikan sapu-sapu bukan hanya masalah di Indonesia, melainkan ancaman yang sudah menyebar di kawasan Asia Tenggara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Semifinal Piala FA: Chelsea vs Leeds, Manchester City vs Southampton
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Maruarar Sebut Rusun Tzu Chi Model Ideal Hunian Vertikal
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Kisruh Soal Rumah dengan Okin, Rachel Vennya Ancam Polisikan Sang Mantan Suami
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Lonjakan Kendaraan Selama Libur Paskah, 111 Ribu Mobil Melintas di GT Cikampek Utama
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Baru Dibersihkan, Sampah Kembali Menggunung di Rusun Angke
• 1 menit lalukompas.com
Berhasil disimpan.