JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi memastikan YN (32), MW (62), TS (63), dan MF (19), empat pekerja di proyek bangunan di Jalan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tewas akibat sesak napas.
“(Penyebab tewasnya) karena sesak napas,” ujar Kapolsek Jagakarsa AKP Nurma Dewi kepada Kompas.com, Senin (6/4/2026).
Nurma menyampaikan, peristiwa bermula ketika salah satu pekerja terjatuh ke dalam penampungan air saat sedang membongkar baut penutupnya.
Baca juga: Awal Penculikan Kacab Bank BUMN, Bermula dari Permintaan “Menggertak”
Atas instruksi mandor, tiga pekerja lain kemudian mencoba menolong, tetapi ikut terjatuh dan terjebak di dalam penampungan air sampai akhirnya tewas.
“Mereka (tiga pekerja) nolongin yang lain, tapi (jatuh) enggak ada luka,” kata dia.
Nurma belum dapat memastikan jenis gas yang dihirup para pekerja hingga menyebabkan kematian.
Namun, pekerja lain di lokasi juga merasakan hawa panas dari dalam penampungan tersebut. Sedikitnya, tiga pekerja lain ikut mengalami sesak napas dan saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Fatmawati.
“Jenis zat masih diselidiki ya,” sebut Nurma.
Sebelumnya diberitakan, empat pekerja proyek bangunan di Jalan TB Simatupang, Jagakarsa, tewas dalam kecelakaan kerja pada Jumat (3/4/2026) pagi.
Empat korban tewas masing-masing berinisial YN (32), MW (62), TS (63), dan MF (19).
Baca juga: Sopir Taksi Online yang Lecehkan Penumpang di Gambir Terancam 9 Tahun Penjara
Sementara itu, tiga pekerja lainnya diduga menghirup gas dari dalam penampungan air tersebut hingga mengalami sesak napas. Mereka adalah U (41), AJ (37), dan S (63).
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jakarta Selatan AKBP Mohamad Iskandarsyah mengatakan, saat ini empat jasad korban masih menjalani proses autopsi.
“Betul, ada penemuan mayat tadi siang. Sekarang masih diautopsi,” kata Iskandar kepada Kompas.com, Jumat.
Kapolsek Jagakarsa AKP Nurma Dewi menjelaskan bahwa insiden bermula ketika salah seorang pekerja mengalami kecelakaan dengan terjatuh ke dalam gelonteng atau penampungan air bersih saat membongkar penutupnya.
Salah satu rekannya yang berusaha memberikan pertolongan justru ikut terjatuh ke dalam lubang tersebut.
Situasi semakin memburuk ketika pekerja lain mencoba melakukan evakuasi secara bergantian.
Menurut keterangan salah satu saksi berinisial DPA, yang turut diperintahkan membantu evakuasi, kondisi di sekitar lubang penampungan terasa tidak normal.
Baca juga: Identitas Sopir Livina yang Senggolan dengan Innova Terungkap, Bakal Dimintai Keterangan
“Pada saat evakuasi korban, saksi merasakan panas dan pengap di sekitar gelonteng,” ujar Nurma mengutip keterangan saksi.
Diduga, gas berbahaya yang terkumpul di dalam penampungan air tersebut menjadi penyebab utama para korban kehilangan kesadaran hingga akhirnya meninggal dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



