Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan jadwal susulan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi sekolah-sekolah yang terdampak bencana.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengaku pihaknya menerima laporan sejumlah sekolah yang terdampak bencana pada hari pertama pelaksanaan TKA jenjang pendidikan SMP.
Baca juga: Antisipasi murid sakit hingga gangguan teknis, TKA susulan disiapkan
“Yang sekarang sedang kami atur adalah yang terdampak bencana. Ini kan baru saja ada musibah, kemarin ada sekolah yang kebakaran. Kemudian, baru saja tadi pagi saya terima kabar ada sekolah yang terdampak banjir di Bengkulu. Yang seperti ini nanti kami siapkan ujian susulan,” kata Mendikdasmen Mu'ti di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Senin.
Ia menegaskan pihaknya menyiapkan jadwal TKA susulan dan bukan ujian ulang bagi peserta tes yang wilayah sekolahnya baru saja mengalami bencana maupun bagi peserta tes yang mengalami sakit pada saat hari pelaksanaan TKA.
Adapun jadwal TKA susulan jenjang pendidikan SMP tersebut akan dilaksanakan setelah selesainya rangkaian TKA pada jenjang pendidikan SD, yakni pada tanggal 11-17 Mei.
“Itulah kenapa kemudian jadwal itu kami buat rentangnya yang panjang. Berbagai faktor lain yang kami sebut dengan force major itu sudah kami antisipasi dengan ujian susulan. Jadi insya Allah semuanya bisa berjalan sebagaimana mestinya,” kata Mu'ti.
Sementara bagi sekolah-sekolah yang tidak memiliki fasilitas laboratorium komputer, pihaknya sudah mendata serta mengarahkan mereka untuk menumpang pada sekolah lain yang memiliki fasilitas laboratorium komputer memadai.
Baca juga: Kemendikdasmen: Sekolah dengan cukup peserta TKA bisa re-akreditasi otomatis
Baca juga: Mendikdasmen tegaskan hasil TKA bukan untuk ranking sekolah
Mekanisme menumpang ini, kata Mu'ti, tidak harus pada jenjang sekolah yang sama, sehingga sekolah peserta TKA jenjang pendidikan SMP dapat menumpang pada SMA maupun SD terdekat yang memiliki laboratorium komputer.
“Jadi tidak ada masalah. Yang tidak punya laboratorium komputer itu bisa sharing di sekolah lain, dan sharing itu tidak harus di jenjang yang sama, karena ini tidak bersamaan. Jadi, kan sekarang SMP mungkin bisa sharing juga di SD dan SMA, itu sudah kami siapkan jauh sebelum pelaksanaan,” katanya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengaku pihaknya menerima laporan sejumlah sekolah yang terdampak bencana pada hari pertama pelaksanaan TKA jenjang pendidikan SMP.
Baca juga: Antisipasi murid sakit hingga gangguan teknis, TKA susulan disiapkan
“Yang sekarang sedang kami atur adalah yang terdampak bencana. Ini kan baru saja ada musibah, kemarin ada sekolah yang kebakaran. Kemudian, baru saja tadi pagi saya terima kabar ada sekolah yang terdampak banjir di Bengkulu. Yang seperti ini nanti kami siapkan ujian susulan,” kata Mendikdasmen Mu'ti di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Senin.
Ia menegaskan pihaknya menyiapkan jadwal TKA susulan dan bukan ujian ulang bagi peserta tes yang wilayah sekolahnya baru saja mengalami bencana maupun bagi peserta tes yang mengalami sakit pada saat hari pelaksanaan TKA.
Adapun jadwal TKA susulan jenjang pendidikan SMP tersebut akan dilaksanakan setelah selesainya rangkaian TKA pada jenjang pendidikan SD, yakni pada tanggal 11-17 Mei.
“Itulah kenapa kemudian jadwal itu kami buat rentangnya yang panjang. Berbagai faktor lain yang kami sebut dengan force major itu sudah kami antisipasi dengan ujian susulan. Jadi insya Allah semuanya bisa berjalan sebagaimana mestinya,” kata Mu'ti.
Sementara bagi sekolah-sekolah yang tidak memiliki fasilitas laboratorium komputer, pihaknya sudah mendata serta mengarahkan mereka untuk menumpang pada sekolah lain yang memiliki fasilitas laboratorium komputer memadai.
Baca juga: Kemendikdasmen: Sekolah dengan cukup peserta TKA bisa re-akreditasi otomatis
Baca juga: Mendikdasmen tegaskan hasil TKA bukan untuk ranking sekolah
Mekanisme menumpang ini, kata Mu'ti, tidak harus pada jenjang sekolah yang sama, sehingga sekolah peserta TKA jenjang pendidikan SMP dapat menumpang pada SMA maupun SD terdekat yang memiliki laboratorium komputer.
“Jadi tidak ada masalah. Yang tidak punya laboratorium komputer itu bisa sharing di sekolah lain, dan sharing itu tidak harus di jenjang yang sama, karena ini tidak bersamaan. Jadi, kan sekarang SMP mungkin bisa sharing juga di SD dan SMA, itu sudah kami siapkan jauh sebelum pelaksanaan,” katanya.





