jpnn.com, YOGYAKARTA - Penerapan compliance dan ethics yang berjalan secara terintegrasi menjadi fondasi utama dalam membangun tata kelola perusahaan yang baik serta mendorong keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang.
Pernyataan itu disampaikan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Jasa Raharja Harwan Muldidarmawan dalam kuliah tamu pada mata kuliah Business Ethics for Sustainability untuk kelas MBA/IMBA Angkatan 87, Program Studi Master of Business Administration Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MBA FEB UGM).
BACA JUGA: Sepanjang 2025, Indocement Cetak Kenaikan Laba Bersih 12 Persen
Agenda tersebut diselenggarakan di Faculty Meeting Room (FMR) MBA FEB UGM Kampus Yogyakarta, pada (31/3).
Harwan menyampaikan penerapan prinsip etika bisnis dan kepatuhan tidak hanya berhenti pada pemenuhan aspek regulatif, tetapi juga terintegrasi dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan di seluruh lini organisasi.
BACA JUGA: Taufan Soedirdjo: PT Dua Kuda Indonesia Perusahaan Sehat, Tolak Putusan Pailit
Pendekatan itu turut diperkuat melalui pengelolaan risiko yang terukur serta pembangunan budaya perusahaan yang menjunjung tinggi integritas dan akuntabilitas.
“Kepatuhan terhadap regulasi yang dijalankan dengan penuh amanah, disertai strategi manajemen yang tepat, tidak hanya memastikan operasional perusahaan berjalan sesuai ketentuan, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik sebagai aset utama perusahaan,” kata dia.
BACA JUGA: Pakar Nilai Sistem WFH Tetap Relevan dan Tak Hambat Produktivitas Perusahaan
Harwan menekankan bagi perusahaan yang bergerak di sektor layanan publik, keberhasilan dalam menjaga keseimbangan antara kepatuhan, etika, dan kinerja menjadi kunci dalam menghadirkan layanan yang berkelanjutan.
“Selain itu juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar dia.
Harwan juga memaparkan bahwa Jasa Raharja menempatkan etika sebagai fondasi utama dalam seluruh kerangka Governance, Risk, and Compliance (GRC), tidak hanya sebagai pemenuhan aturan, tetapi sebagai kompas moral dalam setiap pengambilan keputusan.
Hal ini diwujudkan melalui penerapan Code of Conduct, penguatan budaya integritas dengan prinsip zero tolerance to fraud, serta integrasi etika dalam proses bisnis, layanan, dan pengelolaan risiko.
Pendekatan ini juga didukung oleh sistem digital seperti ekosistem GRC dan JRCare yang menjamin transparansi, akuntabilitas, serta kecepatan layanan kepada masyarakat.
Sebagai perusahaan yang mengemban amanah publik, Jasa Raharja memastikan bahwa setiap pengelolaan dana dan pelayanan santunan dilakukan secara adil, inklusif, dan bertanggung jawab, sehingga mampu membangun kepercayaan publik dan menjaga keberlanjutan layanan secara jangka panjang.
Hal ini dibuktikan dengan kinerja keuangan Perusahaan yang solid, bahkan saat menghadapi pandemi Covid-19, dan pengakuan publik yang tercermin melalui berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun internasional yang diterima MBA FEB UGM Kampus Yogyakarta Amin Wibowo yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Harwan Muldidarmawan.
Dia menyampaikan bahwa kehadiran praktisi dalam perkuliahan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh first-hand experience terkait implementasi Business Ethics for Sustainability di dunia industri.
“Terima kasih Bapak Harwan hadir dan mengisi kelas kali ini, menjadi bekal penting bagi mahasiswa UGM karena berkesempatan untuk bertemu dalam satu forum Business Ethics for Sustainability. Mahasiswa dapat belajar secara langsung dari praktik yang dilakukan oleh Jasa Raharja,” ujarnya.
Lebih lanjut, Amin menegaskan kolaborasi antara akademisi dan praktisi menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran di MBA FEB UGM.
Menurutnya, program MBA tidak hanya membekali mahasiswa dengan pemahaman konseptual, tetapi juga menghadirkan perspektif praktik nyata melalui kehadiran para profesional sebagai guest lecturer.
Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga dari pengalaman langsung di dunia kerja yang selama ini tidak selalu dapat diperoleh di ruang kelas.
Kegiatan kuliah tamu yang dimoderatori oleh dosen FEB UGM, Wuri Handayani ini diikuti 57 peserta. Turut hadir Guru Besar FEB UGM Eko Suwardi.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui berbagai pertanyaan dan diskusi kritis yang mengulas isu-isu etika bisnis dan keberlanjutan, baik dari perspektif konseptual maupun praktik di lapangan. (cuy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Terbitkan SE, Menaker Yassierli Imbau Perusahaan Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan




