Bahlil: Harga Avtur di RI Lebih Kompetitif dari Negara Lain

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebutkan harga bahan bakar pesawat atau avtur di Indonesia masih lebih kompetitif dibandingkan negara lain, meskipun ada lonjakan harga di tengah perang AS-Israel dan Iran.

Bahlil mengakui, harga avtur tidak diatur oleh pemerintah dan mengikuti fluktuasi harga pasar. Pasokan avtur yang disediakan PT Pertamina (Persero) ini pun tidak hanya dibeli maskapai nasional, melainkan internasional yang memiliki rute ke Tanah Air.

"Harga avtur memang ini kan adalah harga pasar, dan otomatis karena ini juga melayani pengisian avtur global, pesawat-pesawat dari luar negeri yang masuk, maka mekanisme pasar mekanisme yang terjadi adalah mekanisme pasar," tegasnya saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Senin (6/4).

Kendati melonjak, Bahlil menjamin bahwa harga avtur di Indonesia lebih kompetitif alias lebih murah dari negara lain, khususnya negara tetangga di ASEAN.

"Memang ada kenaikan dari Pertamina, tetapi kenaikan itu dibandingkan dengan harga avtur di negara lain khususnya tetangga, itu kita masih jauh lebih kompetitif ya," ungkap Bahlil.

Bahas Formula Selisih Harga BBM Nonsubsidi

Di sisi lain, Bahlil juga menyebutkan pemerintah tengah membahas skema pembayaran selisih harga BBM nonsubsidi yang tidak mengalami kenaikan dengan badan usaha negara maupun swasta.

Pasalnya, harga keekonomian BBM saat ini jauh melonjak dibandingkan bulan sebelum pecahnya perang di Timur Tengah. Namun, Pertamina belum menyesuaikan harganya pada awal bulan ini.

"Menyangkut dengan harga BBM nonsubsidi, kita lagi melakukan pembahasan. Pembahasan ini sudah tentu melibatkan juga adalah badan swasta lainnya, dan sampai dengan sekarang kita lagi mengatur dan mencari formulasi yang baik dan bijaksana," jelas Bahlil.

Dia menuturkan, rapat pembahasan skema tersebut masih berlangsung saat ini, sehingga belum bisa membeberkan seperti apa formula yang tengah digodok, apakah akan dibayar melalui kenaikan kompensasi atau instrumen lain.

"Untuk BBM non-subsidi sekarang kita lagi melakukan exercise dan kalau sudah selesai dengan pengusaha-pengusahanya dan Pertamina dan kita pasti kita akan menyampaikan," tandasnya.

Sebelumnya, Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) mencatat Pertamina sebagai penyedia avtur penerbangan nasional mengumumkan kenaikan harga avtur untuk domestik per 1-30 April naik rata-rata 70 persen, sedangkan untuk internasional naik 80 persen dibanding harga per 1-31 Maret 2026, ini berlaku berbeda setiap bandara.

Contohnya, harga avtur domestik di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada periode -31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp 13.656,51 per liter. Sementara itu, pada periode 1-30 April 2026, harganya melonjak menjadi Rp 23.551,08 per liter atau naik 72,45 persen.

Jika dibandingkan dengan rata-rata harga avtur domestik pada 2019, saat kebijakan Tarif Batas Atas (TBA) diberlakukan terakhir kalinya yakni Rp 7.970 per liter, maka kenaikannya mencapai sekitar 295 persen.

Kenaikan juga terjadi pada avtur internasional. Harganya naik dari USD 0,742 per liter menjadi USD 1,338 per liter atau meningkat 80,32 persen. Jika dibandingkan dengan tahun 2019 yang berada di level USD 0,6 per liter, kenaikannya mencapai 223 persen


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kisah Pilu Pengungsi Lebanon Kehilangan Rumah Akibat Perang
• 8 jam laludetik.com
thumb
Kapolda Maluku Utara Pastikan Situasi Halmahera Tengah Aman usai Konflik Warga
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Pasar Tradisional Naik Kelas, Pemprov DKI Jakarta Revitalisasi Dua Lokasi
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Buntut Polemik Ijazah Jokowi, JK Resmi Laporkan Rismon dan Beberapa Youtuber
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Demi Efisiensi BBM, Mendikti Terapkan Kuliah Online Mulai Pekan Ini
• 3 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.