Kemenko Perekonomian Pantau Kenaikan Harga Plastik hingga 50 Persen di Pasaran

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) masih memantau kenaikan harga plastik yang mencapai 50 persen di pasaran. Airlangga Hartarto Menko Perekonomian mengakui, harga bahan baku cenderung mengalami perubahan.

“Kalau bahan baku plastik kan memang berubah harganya. Kalau bahan baku itu kan selalu berbasis pada siklus terutama untuk petrokimia. Kalau plastik kan masuk dalam packaging. Packaging plastik. Ya, nanti kita lihat aja,” kata Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Senin (6/4/2026).

Sebelumnya, efek domino dari konflik di Timur Tengah (Timteng) mulai dirasakan sektor perdagangan yang memanfaatkan sumber daya minyak, salah satunya penjualan plastik yang harganya terus meningkat.

Risal salah satu penjual plastik di Pasar Pucang Surabaya mengutarakan, peningkatan harga secara perlahan sudah dirasakan dalam waktu satu minggu terakhir. “Awalnya naik 20 persen sekarang naik hampir 50 persen lebih,” ujarnya ditemui di Pasar Pucang.
Untuk harga plastik paling murah, semula harganya Rp8.000 hingga Rp9.000 kini dibanderol Rp15.000.

Risal menyebut konflik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz di Iran turut memengaruhi pasokan sumber daya minyak bumi yang mana menjadi bahan baku pembuatan plastik.

Plastik adalah barang yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan manusia, karena hampir semua peralatan rumah tangga, industri kecil hingga industri besar menggunakan plastik.

Plastik terbentuk dari unsur-unsur seperti karbon, oksigen, hidrogen, klorin, belerang dan nitrogen. Kemudian sebagai bahan dasar dari plastik adalah dari minyak dan gas bumi.

Proses pembuatan plastik dari minyak bumi secara singkat adalah minyak bumi yang melewati proses pemurnian di kilang minyak (refinery) bersama dengan gas bumi, dan menghasilkan produk petrokimia seperti etana, propana dan berbagai produk petrokimia lainnya.

Etana dan propana dipecah menggunakan tungku bersuhu tinggi, sehingga terbentuk etilena dan propilena, yang digabungkan dengan katalis membentuk polimer plastik yang selanjutnya menjadi pelet/bijih plastik.

Bijih plastik yang terbentuk kemudian diproses menjadi aneka produk plastik seperti sisir, botol plastik, kantong plastik, penutup plastik, ember plastik, gigi palsu, pipa paralon, produk elektronik, komputer, peralatan telekomunikasi, hingga plastik untuk industri sepeda, motor, mobil, kereta api hingga pesawat terbang.(lea/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kunjungan Kasatgas PRR Hidupkan Kembali Asa Penyintas di Desa Sekumur
• 13 jam lalukompas.com
thumb
6 Artis Korea yang Kunjungi Jakarta pada April 2026
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Persib Bandung, Borneo, dan Persik Selamatkan PSM Turun ke Zona Merah: Saatnya Menang Lawan PSIM
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Detik-Detik Mencekam di Iran: Jet Tempur AS Jatuh, Kontak Senjata di Darat Meledak, Operasi Penyelamatan Dramatis, Perang Besar di Depan Mata?
• 13 jam laluerabaru.net
thumb
Daftar Wilayah Potensi Hujan Deras dan Angin Kencang Hari ini 6 April 2026, Jakarta Termasuk?
• 15 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.