Penulis: Makmur Hamdalah
TVRINews, Cirebon
Harga kantong plastik dan kemasan minuman plastik di Kota Cirebon, Jawa Barat, mengalami kenaikan tajam hingga mencapai 100 persen. Kenaikan harga ini berdampak langsung terhadap pedagang plastik maupun pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang bergantung pada kemasan plastik untuk aktivitas usahanya.
Di Pasar Pagi Kota Cirebon, harga kantong plastik yang sebelumnya dijual sekitar Rp22 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi Rp40 ribu per kilogram. Kondisi tersebut menyebabkan penjualan plastik mengalami penurunan hingga sekitar 20 persen.
Pedagang plastik mengungkapkan, lonjakan harga terjadi akibat berkurangnya pasokan barang serta naiknya harga bahan baku dari pabrik.
Ujang, salah satu pedagang plastic di Pasar Pagi Kota Cirebon, mengaku kenaikan harga sudah terasa sejak bulan Ramadan lalu dan hampir semua jenis produk plastik mengalami kenaikan.
“Naik itu sejak puasa kemarin sudah terasa. Hampir semua produk plastik naik. Kalau sekarang bahkan sudah lebih dari 100 persen dari harga awal. Untuk plastik PE atau kemasan sekarang di kisaran Rp45 ribu, sebelumnya sekitar Rp28 ribu,” ujar Ujang, Senin, 6 April 2026.
Kenaikan harga ini juga dirasakan para pelaku UMKM, khususnya pedagang kaki lima yang menjual minuman kemasan. Mereka terpaksa menanggung kenaikan biaya operasional akibat mahalnya harga kantong plastik dan gelas plastik (plastic cup).
Aeni, seorang pedagang minuman es, mengaku sempat menaikkan harga jual produknya sebesar Rp1.000 per cup untuk menyesuaikan dengan kenaikan harga kemasan.
“Pembeli pada protes karena harga minuman es naik seribu rupiah per cup, dari yang sebelumnya Rp5.000 menjadi Rp6.000,” kata Aeni saat ditemui tvrinews.com.
Namun, karena penurunan jumlah pembeli, Aeni akhirnya menurunkan kembali harga jualnya ke harga semula.
“Pembeli kan tahunya harga es Rp5.000 per cup. Kalau harganya naik mereka keberatan, jadi terpaksa saya turunkan lagi,” tambahnya.
Meski harga jual kembali normal, Aeni mengaku keuntungannya menjadi berkurang karena biaya modal yang dikeluarkan semakin besar sementara harga jual tidak bisa dinaikkan.
Keluhan serupa juga datang dari konsumen. Husen, salah seorang pembeli minuman es, mengaku terkejut dengan kenaikan harga yang sempat terjadi.
“Kaget, biasanya satu cup Rp5.000 sekarang jadi Rp6.000. Ya cukup memberatkan, maunya sih harga bisa normal lagi,” ujar Husen.
Para pedagang berharap harga plastik dapat kembali stabil agar tidak semakin membebani pelaku usaha kecil maupun masyarakat sebagai konsumen.
Editor: Redaksi TVRINews





