Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyatakan bahwa insiden anjlokan KA Bangunkarta relasi Jombang–Pasar Senen di Stasiun Bumiayu telah menyebabkan gangguan pada jalur hulu maupun hilir sehingga perjalanan kereta api belum dapat melalui jalur tersebut.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, fokus utama perusahaan saat ini adalah keselamatan serta pemenuhan hak pelanggan di tengah gangguan tersebut. Perseroan juga meminta maaf kepada seluruh pelanggan.
“Seluruh pelanggan serta awak kereta api yang berada dalam rangkaian tersebut dalam kondisi selamat tanpa ada korban jiwa dan saat ini proses evakuasi sarana di lokasi rintang jalan terus dipacu dengan dukungan penuh dari personel TNI, Polri, serta unsur kewilayahan setempat agar jalur dapat segera difungsikan kembali,” kata Anne melalui keterangan tertulis, Senin (6/4/2026).
Dia lantas memaparkan bahwa sejumlah perjalanan harus dibatalkan, dialihkan, hingga diubah pola operasinya. Sebagai respons atas gangguan tersebut, KAI menyiapkan skema angkutan lanjutan dengan mengerahkan 10 unit bus untuk mengangkut penumpang ke tujuan akhir atau menyambung perjalanan yang terputus.
Selain itu, KAI juga menyalurkan kompensasi berupa makanan dan minuman kepada pelanggan sesuai ketentuan layanan.
Gangguan ini memaksa KAI melakukan rekayasa operasi secara masif. Anne menyampaikan bahwa sejumlah perjalanan dibatalkan penuh, antara lain Sawunggalih (113 & 116), KA Taksaka (45 & 48), KA Purwojaya (54-55 & 60F-57F), serta KA Joglosemarkerto (185-186).
Baca Juga
- Dirut KAI Dampingi Menteri PKP Tinjau Bantaran Rel
- Lonjakan Penumpang KAI saat Long Weekend Paskah, Okupansi Tembus 97%
- Presiden Instruksikan KAI Inventarisasi Permukiman Bantaran Rel
Sementara itu, skema batal sebagian perjalanan dan pergantian rangkaian diterapkan pada sejumlah kereta seperti KA Kamandaka, KA Sawunggalih, dan KA Purwojaya. KA Ranggajati juga mengalami pembatalan sebagian lintasan.
Pihaknya pun mengalihkan rute sejumlah kereta unggulan. KA Argo Semeru, Gayabaru Malam Selatan, Progo, dan Senja Utama YK dialihkan melalui lintas Kroya – Bandung – Cikampek. Adapun KA Bima, Manahan, dan Jakatingkir dialihkan melalui jalur utara via Semarang.
“KAI memahami bahwa gangguan ini berdampak pada agenda perjalanan para pelanggan sehingga petugas dari unit jalan rel, jembatan, serta sarana terus bekerja di titik anjlokan guna memastikan kelaikan jalur dapat segera terpenuhi sesuai standar keselamatan tinggi,” ujar Anne.
Dia juga menuturkan bahwa petugas di lapangan juga terus memberikan pendampingan serta informasi terkini kepada pelanggan selama proses penanganan berlangsung.
Pelanggan juga disebutnya dapat menghubungi Contact Center 121, layanan WhatsApp KAI di 0811-2223-3121, atau memantau melalui aplikasi Access by KAI bila memerlukan informasi lebih lanjut mengenai status perjalanan atau posisi kereta api secara real-time.





