PT Great Wall Steel (GWS) Sidoarjo menegaskan bahwa pemotongan besi tua yang memicu ledakan pada Senin (6/4/2026) siang, dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) perusahaan.
Heri Prasetyo HRD General Affair PT GWS menjelaskan, sesuai SOP perusahaan, pemotongan besi tua dengan dimensi tertentu dilakukan di lapangan terbuka. Hal ini untuk mengantisipasi zat-zat kimia campuran besi yang akan dipotong dan dilebur itu.
“Kami kadang tidak tahu (besi) tua yang datang dari pihak supplier ini bentuknya seperti apa dan sebagainya. Tapi yang memungkinkan hal itu bagian grading ya,” bebernya.
Heri juga menegaskan bahwa semua karyawan juga menggunakan pakaian safety sesuai dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Mereka yang dekat (dengan besi yang dipotong) tidak separah (korban meninggal),” ungkap Heri.
BACA JUGA: Ledakan di Sidoarjo, Warga Sebut Ada Besi Panas Menembus Atap Rumah
BACA JUGA: Suara Ledakan Gegerkan Sidoarjo–Surabaya, Warga Laporkan Benda Mirip Besi Jatuh dari Langit
Satu korban meninggal dunia adalah kernet kendaraan yang sedang beristirahat sekitar 100 meter dari lokasi. Ia meninggal karena terkena serpihan.
“Saat itu dia sedang beristirahat. Sebenarnya, kalau apa sopir yang masuk ke dalam, itu harus memakai helm safety. Tapi kondisi yang ada dia (kernet.red) ini sedang beristirahat, sedang makan,” tuturnya.
Tim Jibom Polda Jatim mendatangi pabrik PT GWS di Sidoarjo diduga sebagai sumber suara ledakan pada Senin (6/4/2026). Foto: Rafi’ Ermawan Mg suarasurabaya.netPemotongan besi ini merupakan kegiatan rutin ketika dimensi material tertentu tidak dapat masuk ke mesin peleburan.
BACA JUGA: Polisi Pastikan Ledakan Pabrik Sidoarjo, 2 Orang Luka dan 1 Meninggal Dunia
BACA JUGA: Polisi Pastikan Sumber Ledakan di Sidoarjo Berasal dari Pabrik Baja
Meski begitu, pihak perusahaan menunggu hasil laboratorium dan olah TKP Tim Gegana Polda Jatim untuk memastikan penyebab ledakan.
“Bukan dari semacam kayak bom, militer, dan sebagainya. Dari pihak kepolisian menyampaikan kalau itu dari militer, maka akan terjadi kerusakan di sekitar lokasi. Tapi yang jelas di sekitar kami tidak ada kerusakan sama sekali. Baik dari bangunan maupun alat-alat yang ada di sekitar kejadian,” terangnya.
Pascakejadian sore ini, aktivitas pabrik berhenti sementara.
“Kalau lihat dari lampunya gelap ini kayaknya berhenti dulu. Kayaknya ya, cuma saya belum tahu pasti. Nanti saya juga masih menunggu perkembangan di sini ya. Jadi kita lihat nanti perkembangannya lebih lanjut seperti itu,” bebernya lagi.
Diberitakan sebelumnya, warga di kawasan Waru, Sidoarjo digegerkan dengan suara ledakan keras yang terdengar pada Senin siang. Dentuman tersebut dilaporkan terdengar hingga sejumlah kawasan di Surabaya.
Berdasarkan laporan yang masuk ke Radio Suara Surabaya, suara ledakan tidak hanya terdengar di Waru, tetapi juga menjangkau area lain seperti Taman, Sidoarjo.
Selain itu, dentuman tersebut juga terdengar hingga sejumlah kawasan Surabaya seperti Kutisari, Siwalankerto, dan Jalan Ahmad Yani, Surabaya. (lta/saf/ipg)



