Jakarta (ANTARA) - Asisten pelatih tim panjat tebing disiplin lead dan boulder Indonesia Sholikhin mengatakan para atlet tengah memperbanyak simulasi pertandingan guna menghadapi World Climbing Asia Championship Meishan 2026 di China, pada 7-12 April.
Dia menjelaskan, pendekatan latihan kini lebih diarahkan pada situasi turnamen, agar atlet terbiasa menghadapi dinamika jalur serta tekanan pertandingan yang sesungguhnya.
"Usaha kami tentu akan habis-habisan (all-out), jadi kami metodenya mungkin lebih ke climb to climb ya, balik lagi ke memanjat, memperbanyak teknik gerakan, perubahan jalur, dan simulasi juga," kata Sholikhin saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam nomor lead, program simulasi dilakukan secara rutin dengan pergantian jalur hingga tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu, Sabtu, dan Minggu, saat masih di tempat pemusatan latihan nasional (pelatnas) tim panjat tebing Indonesia.
Maka hal serupa juga dilakukan saat sudah berada di Kota Meishan, sebelum menjalani pertandingan pada Rabu (8/4) pagi hingga malam.
Pola tersebut diharapkan mampu meningkatkan adaptasi atlet terhadap variasi rute yang kerap menjadi penentu hasil akhir.
Selain aspek teknis, tim pelatih juga menitikberatkan pada penguatan fisik melalui latihan otot dan kardio guna menunjang daya tahan selama lomba.
Baca juga: Tim panjat tebing berangkat ke China guna rebut tiket Asian Games 2026
Sholikhin menambahkan, tim belum banyak melakukan simulasi pada malam hari saat di pelatnas, guna menyesuaikan kondisi cuaca di lokasi pertandingan. Begitu juga sejak berada di lokasi penyelenggaraan.
Namun, latihan tetap dilakukan secara intensif dengan mengacu pada program pelatnas, termasuk sesi di gymnasium untuk peningkatan kebugaran.
"Dan kami mengambil banyak pelajaran dari keikutsertaan selama seri kejuaraan dunia yang diselenggarakan oleh IFSC pada 2025 guna menghadapi ajang di Meishan," kata dia.
Dia optimistis tim Indonesia mampu menembus tiga besar, baik di sektor putra maupun putri, melalui persiapan yang lebih matang dan berbasis simulasi turnamen.
Baca juga: Rajiah tampil "all-out" di China guna kejar tiket Asian Games 2026
Ofisial tim dan atlet panjat tebing Indonesia telah berada di Kota Meishan, China, sejak Senin pagi. Berdasarkan jadwal, atlet disiplin boulder Indonesia akan mulai bertanding pada Rabu (8/4), sedangkan lead mulai Sabtu (11/4).
Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing (PP FPTI) telah memberangkatkan total 16 atlet untuk berjuang dalam World Climbing Asia Championship Meishan 2026, di China, pada 7-12 April.
Turnamen tersebut merupakan ajang kualifikasi untuk merebut tiket ke Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, di Jepang, pada September.
Untuk mendapatkan tempat di Asian Games, atlet disiplin lead dan boulder di sektor putra dan putri, harus mampu menembus minimal enam besar pada akhir turnamen.
Baca juga: Tiga atlet panjat tebing Indonesia pastikan diri tampil di AG 2026
Sementara itu, tiga atlet Merah Putih telah memastikan diri untuk tampil pada Asian Games (AG) 2026.
Mereka adalah Putra Tri Ramadani (lead putra), Sukma Lintang Cahyani (lead putri), dan Ravianto Ramadhan (boulder putra).
Tim disiplin lead:
(Putra)
1. Musauwir
2. Mahesa Caesar
3. Muhammad Ramzi Firmansyah
4. Muhammad Rizky Syahrafli
5. Raviandi Ramadhan (juga mengikuti disiplin boulder/satu-satunya yang berlaga di dua disiplin).
(Putri)
1. Nur Diatul Jannah
2. Alma Ariella Tsany
Baca juga: Jannah nikmati tantangan berjuang rebut tiket Asian Games 2026
Baca juga: Alma optimistis bidik tiket Asian Games 2026 saat kualifikasi di China
Dia menjelaskan, pendekatan latihan kini lebih diarahkan pada situasi turnamen, agar atlet terbiasa menghadapi dinamika jalur serta tekanan pertandingan yang sesungguhnya.
"Usaha kami tentu akan habis-habisan (all-out), jadi kami metodenya mungkin lebih ke climb to climb ya, balik lagi ke memanjat, memperbanyak teknik gerakan, perubahan jalur, dan simulasi juga," kata Sholikhin saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam nomor lead, program simulasi dilakukan secara rutin dengan pergantian jalur hingga tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu, Sabtu, dan Minggu, saat masih di tempat pemusatan latihan nasional (pelatnas) tim panjat tebing Indonesia.
Maka hal serupa juga dilakukan saat sudah berada di Kota Meishan, sebelum menjalani pertandingan pada Rabu (8/4) pagi hingga malam.
Pola tersebut diharapkan mampu meningkatkan adaptasi atlet terhadap variasi rute yang kerap menjadi penentu hasil akhir.
Selain aspek teknis, tim pelatih juga menitikberatkan pada penguatan fisik melalui latihan otot dan kardio guna menunjang daya tahan selama lomba.
Baca juga: Tim panjat tebing berangkat ke China guna rebut tiket Asian Games 2026
Sholikhin menambahkan, tim belum banyak melakukan simulasi pada malam hari saat di pelatnas, guna menyesuaikan kondisi cuaca di lokasi pertandingan. Begitu juga sejak berada di lokasi penyelenggaraan.
Namun, latihan tetap dilakukan secara intensif dengan mengacu pada program pelatnas, termasuk sesi di gymnasium untuk peningkatan kebugaran.
"Dan kami mengambil banyak pelajaran dari keikutsertaan selama seri kejuaraan dunia yang diselenggarakan oleh IFSC pada 2025 guna menghadapi ajang di Meishan," kata dia.
Dia optimistis tim Indonesia mampu menembus tiga besar, baik di sektor putra maupun putri, melalui persiapan yang lebih matang dan berbasis simulasi turnamen.
Baca juga: Rajiah tampil "all-out" di China guna kejar tiket Asian Games 2026
Ofisial tim dan atlet panjat tebing Indonesia telah berada di Kota Meishan, China, sejak Senin pagi. Berdasarkan jadwal, atlet disiplin boulder Indonesia akan mulai bertanding pada Rabu (8/4), sedangkan lead mulai Sabtu (11/4).
Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing (PP FPTI) telah memberangkatkan total 16 atlet untuk berjuang dalam World Climbing Asia Championship Meishan 2026, di China, pada 7-12 April.
Turnamen tersebut merupakan ajang kualifikasi untuk merebut tiket ke Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, di Jepang, pada September.
Untuk mendapatkan tempat di Asian Games, atlet disiplin lead dan boulder di sektor putra dan putri, harus mampu menembus minimal enam besar pada akhir turnamen.
Baca juga: Tiga atlet panjat tebing Indonesia pastikan diri tampil di AG 2026
Sementara itu, tiga atlet Merah Putih telah memastikan diri untuk tampil pada Asian Games (AG) 2026.
Mereka adalah Putra Tri Ramadani (lead putra), Sukma Lintang Cahyani (lead putri), dan Ravianto Ramadhan (boulder putra).
Tim disiplin lead:
(Putra)
1. Musauwir
2. Mahesa Caesar
3. Muhammad Ramzi Firmansyah
4. Muhammad Rizky Syahrafli
5. Raviandi Ramadhan (juga mengikuti disiplin boulder/satu-satunya yang berlaga di dua disiplin).
(Putri)
1. Nur Diatul Jannah
2. Alma Ariella Tsany
Baca juga: Jannah nikmati tantangan berjuang rebut tiket Asian Games 2026
Baca juga: Alma optimistis bidik tiket Asian Games 2026 saat kualifikasi di China





