Momentum dan semangat Idulfitri tahun ini menekankan pentingnya refleksi serta pembaruan diri, yang tidak hanya berlaku secara personal tetapi juga dalam pengelolaan institusi pendidikan tinggi. Melalui keterangan resminya, Rektor Universitas Tarumanagara (Untar), Prof. Dr. Amad Sudiro, menegaskan bahwa perguruan tinggi kini tidak cukup hanya mengikuti perubahan, melainkan harus mampu menjadi pihak yang menciptakan perubahan itu sendiri.
Dalam acara Halalbihalal Keluarga Besar Untar di Kampus Jakarta pekan lalu, ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk berani melangkah lebih progresif dengan mengedepankan kreativitas, inovasi, dan kolaborasi lintas bidang. Amad juga mengingatkan bahwa keharmonisan dan kebersamaan di lingkungan kampus merupakan fondasi krusial dalam memupuk semangat baru demi kemajuan Untar.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara, Prof. Dr. Ariawan Gunadi, menjelaskan bahwa tema halalbihalal kali ini, "Beyond Forgiveness, Toward Unity", merupakan ajakan untuk melampaui sekadar saling memaafkan menuju penguatan persatuan dan tindakan nyata. Ariawan menekankan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Untar untuk memperluas kolaborasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen kerja yang kuat, setiap individu di lingkungan Untar diharapkan memiliki kesempatan luas untuk berkembang sekaligus memperkuat sinergi dan inovasi di lingkungan kampus.
Selain fokus pada pengembangan internal, Untar juga menyatakan dukungan penuh terhadap anjuran pemerintah terkait efisiensi di tengah dinamika global saat ini. Rektor Prof. Amad Sudiro menyatakan bahwa efisiensi dilakukan melalui penguatan digitalisasi, penyesuaian prioritas program, dan peningkatan efektivitas tata kelola guna mengoptimalkan sumber daya tanpa mengorbankan kualitas. Dari sisi akademis, langkah ini justru dipandang sebagai momentum positif untuk mendorong inovasi berbasis teknologi yang dapat meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa.
Pihak Yayasan Tarumanagara pun berkomitmen mendukung penuh kebijakan efisiensi tersebut sebagai upaya menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan nasional. Prof. Ariawan menambahkan bahwa efisiensi ini dimaknai sebagai langkah optimalisasi melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan sinergi lintas unit. Dengan tetap memastikan kualitas pembelajaran yang unggul, Untar berupaya memperkuat model pendidikan yang adaptif, inovatif, dan relevan dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. (H-2)





