Daihatsu Pantau Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Kinerja Penjualan

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Astra Daihatsu Motor (ADM) masih memantau dampak konflik di Timur Tengah antara Iran dengan Israel dan sekutunya, Amerika Serikat (AS) terhadap kinerja penjualan perseroan.

Marketing & Customer Relations Division Head Astra International Daihatsu Sales Operation, Tri Mulyono mengatakan bahwa hingga kini perseroan belum dapat menyimpulkan pengaruh konflik terhadap perubahan preferensi konsumen kendaraan.

"Saat ini kami masih terus memonitor isu global yang terjadi khususnya konflik di Timur Tengah," ujar Tri kepada Bisnis, dikutip Senin (6/4/2026).

Ketegangan geopolitik tersebut turut memicu gangguan pasokan dan memengaruhi jalur distribusi global. Konflik Iran dengan AS-Israel juga mendorong harga minyak Brent melampaui US$100 per barel, serta mengerek turun nilai tukar rupiah ke kisaran Rp17.000 per dolar AS.

Di sisi lain, Daihatsu memiliki pasar ekspor ke sejumlah negara Timur Tengah seperti Qatar, Oman, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Lebanon, dan Kuwait. Salah satu model yang dikapalkan ke kawasan tersebut adalah Raize yang diproduksi di fasilitas Karawang.

Sepanjang 2025, perseroan mencatat ekspor kendaraan utuh (completely built up/CBU) lebih dari 124.000 unit. Realisasi tersebut meningkat 13% secara tahunan dibandingkan 2024 yang berada di kisaran 110.000 unit.

Baca Juga

  • Pengusaha Mulai Beralih ke Truk Listrik di Tengah Lonjakan Harga Minyak
  • Dharma Polimetal (DRMA) Genjot Produksi Komponen EV saat Harga Minyak Memanas
  • Jurus Gaikindo Dongkrak Pasar Kendaraan Niaga lewat GIICOMVEC 2026

Secara keseluruhan, ADM telah mengekspor berbagai model kolaborasi ke lebih dari 60 negara, mencakup kawasan ASEAN, Asia Selatan, Asia Timur, Timur Tengah, Afrika hingga Amerika Latin.

Tiga negara dengan kontribusi ekspor terbesar berasal dari Filipina sebesar 34,8%, disusul Jepang 9,7% dan Meksiko 8,6% terhadap total pengapalan perseroan.

Di pasar domestik, penjualan Daihatsu pada Februari 2026 mencapai 12.336 unit, meningkat 10,12% secara bulanan dibandingkan Januari 2026 yang tercatat 11.202 unit.

Kontributor terbesar berasal dari segmen mobil penumpang dengan porsi 51% terhadap total penjualan. Kategori LCGC dan SUV medium menjadi penopang utama diikuti segmen lainnya.

Pada kelas LCGC, model Daihatsu Sigra dan Daihatsu Ayla mencatatkan penjualan 3.906 unit. Sementara itu, segmen SUV medium melalui Daihatsu Terios membukukan 1.351 unit.

Adapun segmen kendaraan niaga menyumbang 49% dari total penjualan Daihatsu. Model Daihatsu Gran Max Pick Up mencatatkan 4.010 unit dan Daihatsu Gran Max Mini Bus sebesar 2.033 unit.

"Daihatsu tetap berkomitmen untuk dapat lebih memenuhi preferensi konsumen yang akan membeli Daihatsu dengan beragam paket penjualan yang menarik, baik untuk pembelian cash, credit ataupun tukar tambah," pungkas Tri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bareskrim Ringkus 10 Tersangka Narkoba di 2 THM Bali, Ini Modusnya
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Harga Plastik Melambung Tinggi, Pramono Anung: Enggak Perlu Panic Buying
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Askrindo Jamin KUR Rp114 Triliun, Serap 3,7 Juta Tenaga Kerja
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ledakan di Pabrik GWS Waru Sidoarjo Picu Kepanikan Warga, 3 Orang Terluka
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Hadiri Pawai Paskah di NTT, Gibran ingatkan perdamaian dan toleransi
• 3 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.