Askrindo Jamin KUR Rp114 Triliun, Serap 3,7 Juta Tenaga Kerja

wartaekonomi.co.id
8 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) telah menjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp114 triliun sepanjang 2025. KUR tersebut diberikan kepada 2 juta debitur UMKM, yang berdampak pada penyerapan 3,7 juta tenaga kerja di Indonesia.

Adapun sejak 2007 hingga 2025, Askrindo telah menjamin KUR sebesar Rp1.125,9 triliun kepada 36,3 juta debitur UMKM, dengan total penyerapan sebanyak 62,7 juta tenaga kerja.

"Kinerja keuangan ini mencerminkan fundamental bisnis yang semakin kuat," kata Direktur Utama Askrindo, M. Fankar Umran, di Graha Askrindo dalam peringatan HUT ke-55 Askrindo, Senin (6/4/2026).

Di luar capaian KUR, perusahaan juga mencatatkan hasil underwriting neto sebesar Rp1,28 triliun (unaudited). Sejalan dengan itu, premi bruto tercatat sebesar Rp4,44 triliun (unaudited). Capaian ini mencerminkan langkah positif dalam memperkuat portofolio bisnis perusahaan.

“Kami melihat bahwa strategi penguatan portofolio dan manajemen risiko berjalan efektif. Ke depan, kami akan terus menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperluas kontribusi terhadap pembiayaan produktif, khususnya bagi UMKM,” kata Fankar.

Dalam rangkaian acara puncak HUT, Askrindo turut meluncurkan sistem Sentralisasi FINTRACS dan ASK-SCORING sebagai bagian dari penguatan transformasi digital dan peningkatan kualitas layanan.

“Implementasi sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas proses bisnis, memperkuat manajemen risiko, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data,” tambah Fankar.

Sebagai bagian dari transformasi digital, Askrindo menghadirkan FINTRACS (Financial Transaction System), yaitu sistem terintegrasi yang dirancang untuk menyederhanakan sekaligus memusatkan proses transaksi keuangan perusahaan.

“Melalui FINTRACS, seluruh proses penerimaan dan pengeluaran kas kini terintegrasi dalam satu platform, dilengkapi dengan pencatatan jurnal otomatis dan proses settlement yang lebih sistematis. Sistem ini juga memungkinkan monitoringtransaksi secara real-time, sehingga meningkatkan transparansi dan kontrol,” jelas Direktur Keuangan Askrindo, Leonardo Henry Gavaza.

Implementasi FINTRACS mendorong efisiensi operasional, mengurangi beban kerja manual, serta meningkatkan kecepatan dan akurasi pencatatan keuangan, sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan.

Baca Juga: Askrindo dan Bank BTN Teken Kerja Sama Senilai Rp1,5 Triliun untuk Perluas Commercial Line

Baca Juga: Dukung Mudik Gratis BUMN 2026, Askrindo Berangkatkan Pemudik Rute Balikpapan-Surabaya via Kapal PELNI

Baca Juga: Gelar Program Sosial Sepanjang Ramadan 1447 H, Askrindo Syariah Salurkan 1.500 Paket Sembako hingga Program Mudik Bareng Gratis

Selain itu, Askrindo juga memperkenalkan ASK-SCORING (Askrindo Underwriting Scoring System) sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan proses underwriting.

“Melalui ASK-SCORING, proses underwriting kini dilakukan berbasis rule-based scoring system yang memungkinkan analisis risiko berjalan lebih cepat, objektif, dan terstandarisasi. Sistem ini juga terintegrasi dengan core systemperusahaan, sehingga menghilangkan duplikasi proses dan meningkatkan efisiensi,” ungkap Leonardo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bayar Pajak Kendaraan di Jabar Makin Mudah, Cukup Bawa STNK Tanpa KTP Pemilik Pertama
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Menakar Ulang Keterlibatan Indonesia di Pasukan Perdamaian PBB (Bagian III-Habis)
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Ramai IGRS Berantakan, Ancam Banyak Game Tidak Bisa Dibeli di Indonesia
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Jaga Keandalan Pasokan, PLN Imbau Keselamatan Listrik untuk Masyarakat
• 14 jam laluterkini.id
thumb
Gunung Semeru Erupsi Tujuh Kali Senin Pagi
• 14 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.