Politikus PDIP Ini Dorong Penguatan Literasi Kebencanaan Masuk Kurikulum Sekolah

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR, Muhamad Abdul Azis Sefudin, mendorong penguatan literasi kebencanaan agar masuk dalam kurikulum sekolah maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Upaya ini dinilai penting sebagai bagian dari pendidikan karakter, terutama bagi generasi muda yang hidup di wilayah rawan bencana seperti Indonesia.

BACA JUGA: Buka Gerai Baru di SMB 2, Texas Chicken Hadirkan Promo Gratis Makan Ayam Selama 1 Tahun

Menurutnya edukasi kebencanaan tidak cukup hanya bersifat insidental saat terjadi bencana, tetapi harus menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan.

“Kita tidak bisa hanya reaktif. Literasi kebencanaan harus ditanamkan sejak dini agar anak-anak memiliki kesadaran, kesiapsiagaan, dan kemampuan mitigasi yang baik,” ujar Azis.

BACA JUGA: Kemendikdasmen Terapkan Kurikulum Penanggulangan Dampak Bencana di Daerah Terdampak

Melalui integrasi materi kebencanaan dalam kurikulum maupun aktivitas ekstrakurikuler seperti simulasi evakuasi, pelatihan dasar tanggap darurat, hingga pengenalan risiko bencana lokal, siswa dapat dibekali pemahaman yang aplikatif.

“Materi kebencanaan ini bisa dikemas secara kontekstual dan menarik, tidak harus selalu dalam bentuk teori di kelas. Bisa melalui praktik langsung, simulasi, bahkan kolaborasi dengan pihak terkait agar siswa benar-benar paham apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi,” tambah Azis.

BACA JUGA: Rilis Kinerja Keuangan 2025, SIG Bukukan Pendapatan Rp35,24 triliun

Azis menilai pendekatan pendidikan karakter berbasis kebencanaan akan membangun sikap disiplin, gotong royong, serta kepedulian sosial di kalangan pelajar.

“Ini membentuk karakter yang tangguh bencana sekaligus membangun solidaritas dan kepedulian terhadap sesama saat menghadapi situasi darurat,” kata politisi muda PDI Perjuangan ini,” kata politisikus PDI Perjuangan ini.

Legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Barat III (Kabupaten Cianjur-Kota Bogor) ini mendorong pemerintah, khususnya kementerian terkait, untuk menyusun kebijakan yang mendorong integrasi literasi kebencanaan secara sistematis di dunia pendidikan.

Selain itu, sinergi dengan lembaga kebencanaan dan pemerintah daerah dinilai penting agar materi yang diajarkan sesuai dengan kondisi dan potensi risiko di masing-masing wilayah.

“Pemerintah perlu hadir dengan kebijakan yang konkret, mulai dari penyusunan modul, pelatihan guru, hingga standarisasi program kebencanaan di sekolah. Ini harus menjadi gerakan nasional yang terstruktur, bukan sekadar inisiatif sporadis,” tegasnya.

Azis berharap generasi muda Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara akademi dan juga memiliki ketangguhan dalam menghadapi bencana, sehingga mampu meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan di masa depan.

“Kalau kita ingin mengurangi risiko bencana ke depan, kuncinya ada pada generasi muda yang paham, siap, dan tidak panik saat menghadapi situasi darurat. Di situlah pentingnya pendidikan kebencanaan sebagai investasi jangka panjang bangsa,” serunya.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WHO Dorong Pemanfaatan NPOC, Diagnosis TBC Bisa Lebih Cepat dan Akurat
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
TB Hasanuddin Dorong Evaluasi Keterlibatan TNI di Lebanon: PBB Harus Usut Tuntas
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Mendiktisaintek Minta Kampus Berikan Dosen WFH Sehari Sepekan
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Indonesia-Prancis perkuat sepak bola putri melalui program Next Goal
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Preman Tewaskan Pemilik Hajatan di Purwakarta Ditangkap, Ini Tampangnya
• 2 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.