Jakarta (ANTARA) - Pelatih tim panjat tebing disiplin speed Galar Pandu Asmoro mengatakan timnya fokus menyesuaikan waktu latihan dengan jadwal pertandingan pagi-malam dalam World Climbing Asia Championship Meishan 2026, China, yang merupakan ajang Kualifikasi Asian Games 2026.
Penyesuaian dilakukan karena babak kualifikasi speed dijadwalkan berlangsung pagi hari, sedangkan fase final digelar malam hari.
"Dengan waktu yang terbatas, selama latihan sebelum jadwal pertandingan, tim juga mencoba menyesuaikan waktu latihan dengan di China," kata Galar kepada ANTARA di Jakarta pada Senin.
Galar mengatakan penyesuaian sudah mulai diterapkan sejak pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Bekasi.
Terdapat selisih waktu satu jam antara Indonesia dan China yang juga menjadi perhatian tim pelatih.
Oleh sebab itu, jadwal latihan yang biasanya dilakukan pukul 08.30 WIB, dimajukan menjadi pukul 07.30 WIB, agar atlet terbiasa dengan ritme turnamen.
Ttim juga menambah sesi latihan malam hari untuk menyimulasikan kondisi babak final.
Baca juga: Atlet panjat tebing lead dan boulder perbanyak simulasi tanding
Hal itu penting agar atlet beradaptasi secara fisik dan mental saat bertanding nanti.
Menurut Galar, pendekatan ini adalah bagian dari strategi yang disusun berdasarkan pengalaman mengikuti berbagai kejuaraan dunia International Federation of Sport Climbing (IFSC) sepanjang 2025, termasuk sistem kualifikasi yang lebih ketat.
Pengalaman dari ajang internasional dan sistem prakualifikasi seperti Olimpiade, juga menjadi bekal penting bagi tim dalam menghadapi turnamen di Meishan.
Jadi jadwal itu salah satu penyesuaiannya untuk persiapan tim, ujar Galar.
Galar menambahkan, tim baru tiba di Kota Meishan, pada Senin pagi. Pada hari pertama para atlet masih melakukan pemulihan setelah melalui perjalanan panjang.
Mulai Selasa (7/4), para atlet speed akan kembali ke gymnasium untuk peregangan fisik. Setelah itu, memulai sejumlah program latihan.
"Proses kualifikasi speed dimulai pada Kamis (9/4) pagi," ujar mantan Pelatih Pelatda Jawa Timur itu.
Baca juga: Tim panjat tebing berangkat ke China guna rebut tiket Asian Games 2026
Ofisial tim dan atlet panjat tebing Indonesia telah berada di Meishan, China, sejak Senin pagi.
Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing (PP FPTI) memberangkatkan 16 atlet untuk ajang yang berlangsung pada 7-12 April itu.
Tim terbagi atas sembilan atlet disiplin speed, serta tujuh untuk lead dan boulder.
Turnamen tersebut merupakan ajang kualifikasi untuk merebut tiket ke Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, di Jepang, pada September.
Agar lolos ke Asian Games, atlet speed harus menembus minimal delapan besar pada akhir turnamen.
Tapi tiga atlet Indonesia telah memastikan diri tampil dalam Asian Games 2026, yakni Putra Tri Ramadani (lead putra), Sukma Lintang Cahyani (lead putri), dan Ravianto Ramadhan (boulder putra).
Baca juga: Pelatih panjat tebing disiplin speed fokus loloskan atlet ke AG 2026
Tim disiplin speed:
(Putra)
1. Veddriq Leonardo
2. Kiromal Katibin
3. Raharjati Nursamsa
4. Antasyafi Robby Al Hilmi
5. Aditya Tri Syahria.
(Putri)
1. Rajiah Sallsabillah
2. Desak Made Rita Kusuma Dewi
3. Kadek Adi Asih
4. Berthdigna Devi Surya Kusuma
Tim disiplin lead:
(Putra)
1. Musauwir
2. Mahesa Caesar
3. Muhammad Ramzi Firmansyah
4. Muhammad Rizky Syahrafli
5. Raviandi Ramadhan (juga mengikuti disiplin boulder/satu-satunya yang berlaga di dua disiplin).
(Putri)
1. Nur Diatul Jannah
2. Alma Ariella Tsany
Penyesuaian dilakukan karena babak kualifikasi speed dijadwalkan berlangsung pagi hari, sedangkan fase final digelar malam hari.
"Dengan waktu yang terbatas, selama latihan sebelum jadwal pertandingan, tim juga mencoba menyesuaikan waktu latihan dengan di China," kata Galar kepada ANTARA di Jakarta pada Senin.
Galar mengatakan penyesuaian sudah mulai diterapkan sejak pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Bekasi.
Terdapat selisih waktu satu jam antara Indonesia dan China yang juga menjadi perhatian tim pelatih.
Oleh sebab itu, jadwal latihan yang biasanya dilakukan pukul 08.30 WIB, dimajukan menjadi pukul 07.30 WIB, agar atlet terbiasa dengan ritme turnamen.
Ttim juga menambah sesi latihan malam hari untuk menyimulasikan kondisi babak final.
Baca juga: Atlet panjat tebing lead dan boulder perbanyak simulasi tanding
Hal itu penting agar atlet beradaptasi secara fisik dan mental saat bertanding nanti.
Menurut Galar, pendekatan ini adalah bagian dari strategi yang disusun berdasarkan pengalaman mengikuti berbagai kejuaraan dunia International Federation of Sport Climbing (IFSC) sepanjang 2025, termasuk sistem kualifikasi yang lebih ketat.
Pengalaman dari ajang internasional dan sistem prakualifikasi seperti Olimpiade, juga menjadi bekal penting bagi tim dalam menghadapi turnamen di Meishan.
Jadi jadwal itu salah satu penyesuaiannya untuk persiapan tim, ujar Galar.
Galar menambahkan, tim baru tiba di Kota Meishan, pada Senin pagi. Pada hari pertama para atlet masih melakukan pemulihan setelah melalui perjalanan panjang.
Mulai Selasa (7/4), para atlet speed akan kembali ke gymnasium untuk peregangan fisik. Setelah itu, memulai sejumlah program latihan.
"Proses kualifikasi speed dimulai pada Kamis (9/4) pagi," ujar mantan Pelatih Pelatda Jawa Timur itu.
Baca juga: Tim panjat tebing berangkat ke China guna rebut tiket Asian Games 2026
Ofisial tim dan atlet panjat tebing Indonesia telah berada di Meishan, China, sejak Senin pagi.
Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing (PP FPTI) memberangkatkan 16 atlet untuk ajang yang berlangsung pada 7-12 April itu.
Tim terbagi atas sembilan atlet disiplin speed, serta tujuh untuk lead dan boulder.
Turnamen tersebut merupakan ajang kualifikasi untuk merebut tiket ke Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, di Jepang, pada September.
Agar lolos ke Asian Games, atlet speed harus menembus minimal delapan besar pada akhir turnamen.
Tapi tiga atlet Indonesia telah memastikan diri tampil dalam Asian Games 2026, yakni Putra Tri Ramadani (lead putra), Sukma Lintang Cahyani (lead putri), dan Ravianto Ramadhan (boulder putra).
Baca juga: Pelatih panjat tebing disiplin speed fokus loloskan atlet ke AG 2026
Tim disiplin speed:
(Putra)
1. Veddriq Leonardo
2. Kiromal Katibin
3. Raharjati Nursamsa
4. Antasyafi Robby Al Hilmi
5. Aditya Tri Syahria.
(Putri)
1. Rajiah Sallsabillah
2. Desak Made Rita Kusuma Dewi
3. Kadek Adi Asih
4. Berthdigna Devi Surya Kusuma
Tim disiplin lead:
(Putra)
1. Musauwir
2. Mahesa Caesar
3. Muhammad Ramzi Firmansyah
4. Muhammad Rizky Syahrafli
5. Raviandi Ramadhan (juga mengikuti disiplin boulder/satu-satunya yang berlaga di dua disiplin).
(Putri)
1. Nur Diatul Jannah
2. Alma Ariella Tsany





