Jakarta, VIVA – Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia angkat bicara soal munculnya dorongan pakar agar Presiden RI Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih di tengah memanasnya situasi geopolitik saat ini.
Doli mengatakan, urusan reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Prabowo sebagai presiden.
"Kalau yang namanya reshuffle kabinet itu kan kewenangan mutlak atau hak prerogatif, privilege-nya Pak Presiden, Pak Prabowo," kata Doli kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 6 April 2026.
Kata dia, hanya Prabowo yang paling tahu kapan waktu tepat untuk merombak jajaran kabinetnya. Termasuk, kata Doli, jika dikaitkan dengan kondisi geopolitik akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah saat ini.
"Nah tentu beliau yang paling bisa menilai ya, apakah situasi apapun yang dihadapi, termasuk situasi geopolitik internasional sekarang ini, apakah punya dampak terhadap Indonesia sehingga memang harus kemudian diambil langkah-langkah termasuk soal reshuffle. Itu yang paling tahu Pak Prabowo lah," ucap dia.
Menurut Doli, menteri di Kabinet Merah Putih sudah melakukan langkah yang progresif dalam menyikapi konflik di Timur Tengah.
Dia lantas menyoroti beberapa negara yang membuat kebijakan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) buntut konflik di Timur Tengah.
"Misalnya, kalau di tempat negara-negara lain harga BBM sudah naik, kita tidak, gitu ya. Terus kemudian eh stok BBM kita sampai hari ini pemerintah menyatakan masih aman, ya. Juga situasi pangan kita juga masih aman," ungkapnya.
"Nah jadi artinya Pak Prabowo dan kabinetnya sejauh ini memang sudah mengambil langkah antisipasi dan kemudian mengambil kebijakan-kebijakan yang cepat, bisa menyesuaikan situasi," pungkas Doli.





