Penulis: Sela Agustika
TVRINews, Bangka
Guna mengantisipasi musim kemarau yang diprediksi akan melanda lebih awal pada bulan Juni mendatang, para petani padi sawah di Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah, mulai melakukan percepatan penanaman. Langkah preventif ini diambil agar masa panen dapat terjaga dengan baik dan risiko gagal panen akibat krisis pasokan air dapat ditekan secara maksimal.
Percepatan penanaman padi di Desa Namang ini merupakan tindak lanjut atas instruksi dan peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta dinas pertanian terkait. Berdasarkan prediksi tersebut, musim kemarau yang cukup panjang dikhawatirkan akan memengaruhi ketersediaan air di sejumlah wilayah, termasuk di lahan pertanian Bangka Tengah.
Saat ini, para petani lokal tengah disibukkan dengan berbagai tahapan persiapan sebelum penanaman massal. Aktivitas di lapangan difokuskan mulai dari pembersihan lahan persawahan hingga penyemaian bibit padi unggul agar siap ditanam tepat pada waktunya.
Kepala Desa Namang, Zaiwan, memastikan bahwa persiapan di tingkat petani berjalan dengan lancar dan sesuai target jadwal agar tidak tertinggal oleh perubahan musim yang ekstrem.
"Penanaman padi ditargetkan dimulai dalam 15 hari ke depan, setelah seluruh proses persiapan rampung dilakukan," jelas Zaiwan mengonfirmasi jadwal dimulainya masa tanam.
Dengan perhitungan kalender tanam yang lebih matang, mulai dari masa awal pertumbuhan hingga fase krusial pengisian bulir padi, Pemerintah Desa Namang menaruh harapan besar agar tanaman padi masyarakat tidak mengalami kekeringan saat puncak kemarau tiba. Upaya gotong royong ini sekaligus menjadi strategi utama desa tersebut dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah.
Editor: Redaksi TVRINews





