Qatar Kecam Serangan Infrastruktur Sipil, Israel Klaim Hancurkan Kilang Minyak Terbesar Iran

mediaindonesia.com
20 jam lalu
Cover Berita

PERDANA Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani, menyampaikan kecaman keras terhadap penargetan infrastruktur sipil dalam konflik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan dalam panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.

Kementerian Luar Negeri Qatar melalui media sosial mengungkapkan kedua pemimpin tersebut membahas eskalasi yang sedang berlangsung serta dampaknya yang luas terhadap stabilitas regional. Dalam pembicaraan tersebut, Al-Thani juga menyampaikan keberatannya atas berlanjutnya serangan Iran yang mengenai Qatar dan negara-negara tetangga lainnya yang telah menyatakan sikap untuk menjaga jarak dari peperangan.

"Yang Mulia juga menegaskan menargetkan infrastruktur sipil dan sumber daya rakyat adalah perilaku yang tidak dapat diterima dan dikutuk oleh pihak mana pun dan dalam keadaan apa pun," tulis pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Qatar.

Baca juga : Petualangan Netanyahu Membahayakan Dunia

Israel Lumpuhkan Sektor Petrokimia Iran

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeklaim pasukannya telah berhasil menghancurkan pabrik petrokimia terbesar di Iran. Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi untuk memutus aliran dana militer Iran.

"Kami secara sistematis melumpuhkan mesin uang IRGC (Korps Garda Revolusi Islam)," tulis unggahan di akun resmi X Perdana Menteri Israel.

Pernyataan senada dikeluarkan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF). IDF menyatakan telah menyerang dua kompleks petrokimia terbesar milik Iran. Serangan tersebut diklaim membuat lebih dari 85% kapasitas ekspor petrokimia Iran tidak dapat beroperasi.

Baca juga : Qalibaf Ancam Hancurkan Infrastruktur Negara Kawasan jika Bantu Musuh Duduki Pulau Iran

Target Strategis di Asaluyeh

IDF secara khusus menyoroti serangan di situs Asaluyeh. Menurut klaim mereka, lokasi tersebut bukan sekadar fasilitas sipil, melainkan digunakan sebagai pusat pembuatan "komponen penting bagi industri rudal rezim Iran".

Di tengah saling serang ini, keterlibatan diplomasi internasional terus berjalan. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi dalam pengarahan terbarunya bahwa ia telah melakukan pembicaraan langsung dengan Netanyahu pada hari Minggu lalu untuk membahas situasi terkini di lapangan.

Hingga saat ini, eskalasi di kawasan terus menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan bagi keamanan infrastruktur energi dunia dan keselamatan warga sipil di negara-negara sekitar. (BBC/Z-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pakar HI & Pengamat Timteng soal Trump Perpanjang Ultimatum Serang Iran Besar-besaran, AS Tak Siap?
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Jadwal dan Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari ini 7 April 2026, Cek Dokumen Persyaratannya
• 18 jam laludisway.id
thumb
Wujudkan Liburan Akhir Pekan, BRI Finance Siapkan Dana Tunai Praktis dan Fleksibel
• 11 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Memang Boleh Janda Pakai Alat Bantu Pemuas Nafsu Demi Hindari Zina? Begini Hukumnya Kata Buya Yahya
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemkab Jayapura undang Wakil Presiden membuka Festival Danau Sentani
• 23 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.