Jakarta, tvOnenews.com - Ulama kharismatik KH Yahya alias Buya Yahya mendapat pertanyaan mengejutkan. Ia ditanya terkait seorang janda memuaskan nafsu batin menggunakan alat bantu seksual.
Buya Yahya sering mendengar alasan utama perempuan tanpa bersuami alias menjadi janda rela menggunakan alat bantu pemuas syahwat. Mereka beranggapan hal itu guna menghindari zina.
Menjawab hal ini, Buya Yahya lebih dulu menjelaskan seputar kedudukan zina dalam agama Islam. Bagi dia, zina adalah perbuatan hina dan dosa besar.
"Wahai hamba Allah, siapapun Anda, zina adalah hina, hina dan hina. Hapus dari kehidupan kita soal zina," ujar Buya Yahya dilansir dari kanal YouTube pribadinya, Selasa (7/4/2026).
- tangkapan layar YouTube Buya Yahya
Buya Yahya menekankan masih banyak pintu halal untuk bisa dicapai manusia. Ia memahami ada beragam faktor menyebabkan seseorang sulit terlepas atau menjadi korban zina.
Namun demikian, perbuatan tersebut tidak boleh berlarut-larut tertanam dalam pikiran. Bagi yang pernah melakukannya, segera meminta ampunan dan bertaubat kepada Allah SWT.
"Jangan pernah ceritakan kepada siapapun dari bangsa manusia. Jika kita bisa menyembunyikan kisah perzinaan di masa lalu, kemudian menyesal, niscaya Allah Maha Pengampun," pesannya.
Hukum Janda Pakai Alat Pemuas NafsuLebih lanjut, Buya Yahya menjawab pertanyaan hukum janda atau perempuan menggunakan alat menyalurkan syahwat. Ia menyarankan sebaiknya jangan nekat.
"Bagaimana urusan syahwat? Apakah boleh seorang wanita menggunakan alat untuk memuaskan diri? Jangan pilih itu," tegasnya.
Ia memahami pilihan itu biasanya terjadi saat kebutuhan masturbasi dan syahwat tidak tertahan lagi. Alih-alih halal, justru perbuatan itu termasuk zina yang mengarahkan dosa besar, baik di dunia maupun akhirat.
Ia menuturkan perbuatan mengeluarkan air mani menggunakan atau dibantu dengan anggota tubuhnya sendiri. Tindakan seperti ini membawa dosa besar.
"Mengeluarkan air mani dengan tangan sendiri, bukan tangan istri atau suami, ada juga dosa. Dosanya memang beda, tapi ini dosa besar zina," bebernya.
Ia mengingatkan, meski perbuatan mengeluarkan air mani bikin puas, sebaiknya jangan meremehkan dampaknya.




