Pakar HI & Pengamat Timteng soal Trump Perpanjang Ultimatum Serang Iran Besar-besaran, AS Tak Siap?

kompas.tv
16 jam lalu
Cover Berita

KOMPAS.TV - 6 April, seharusnya menjadi tenggat waktu yang diberikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kepada Iran.

Tenggat waktu ini, terkait ultimatum Trump, agar Iran segera membuka Selat Hormuz, dan menyetujui sejumlah kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Jika tidak, Trump mengancam akan menyerang Iran, habis-habisan.

Namun, 5 April lalu, atau sehari sebelum tenggat ultimatum, Iran mengumumkan perpanjangan waktu, melalui akun media sosialnya.

Melalui Truth Social, Trump menuliskan, "Selasa akan jadi hari pembangkit listrik dan hari jembatan, semuanya dalam sehari di Iran, tak pernah ada hal seperti itu sebelumnya."

Trump juga mengancam, "Buka Selat Hormuz, atau kalian akan hidup bagai di neraka, lihat saja."

Lalu, Trump memperjelas pada unggahan berikutnya, "Selasa jam delapan malam, waktu A-S bagian Timur."

Selasa yang dimaksud Trump, yakni tanggal 7 April waktu Amerika Serikat bagian Timur, atau Rabu 8 April waktu Indonesia Barat.

Namun sebelumnya pada 26 Maret, Trump juga sempat menunda tenggat waktu serangan, terhadap fasilitas energi Iran.

Ia memberikan waktu selama 10 hari, dari 26 Maret menjadi 6 April.

Menanggapi perpanjangan ultimatum dan ancaman terbaru Trump, Iran menyebut Presiden Donald Trump sebagai sosok yang tidak stabil dan delusional.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Iran, Reza Salehi-Amiri, bilang masyarakatnya melihat Trump sebagai pribadi yang kontradiktif.

Namun satu hal yang ditegaskan, Selat Hormuz selalu terbuka untuk dunia, tapi tertutup bagi musuh Iran.

Tengah perpanjangan ultimatum Trump, media A-S, Axios, melaporkan, utusan khusus Presiden A-S, Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Aragchi, mulai berkomunikasi lewat pesan langsung.

Peneliti Asia Middle East Center, Pizaro Gozali, menilai langkah komunikasi tersebut, jadi bagian strategi Trump, yang terus mengulur waktu menyerang Iran.

48 jam jelang "deadline" ultimatum Iran, Trump belum kembali terlihat ke publik, selain terus mengunggah pernyataan melalui akun media sosialnya, di Truth Social.

Terakhir kali, Trump sempat mengunggah pernyataan saat momentum Paskah pada 3 April waktu Amerika Serikat.

Akankah Trump benar-benar akan menyerang Iran, dalam 48 jam?

Kita bahas ultimatum Trump yang kembali diperpanjang, menjadi 7 April waktu Amerika Serikat, bersama Dosen Hubungan Internasional Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah, dan pengamat intelijen dan keamanan Universitas Indonesia.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya! 

Baca Juga: Peringatan Keras! Iran Siapkan Balasan Berlipat Ganda ke AS-Israel Jika Serang Warga Sipil

#as #iran #trump #selathormuz #perang

Penulis : Shinta-Milenia

Sumber : Kompas TV

Tag
  • donald trump
  • as
  • iran
  • selat hormuz
  • trump ultimatum iran
  • perang
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kecelakaan Beruntun Libatkan Empat Kendaraan di Mojokerto, Dua Orang Luka
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Koleksi Fosil Langka Temuan Warga ini Bikin Ilmuwan Takjub, Dijuluki Pompeii Zaman Jurassic
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kepala Pusat Disabilitas Unhas Soroti Kesenjangan Regulasi dan Implementasi Hak Disabilitas di ASEAN
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Istilah Defensive Driving dan Eco Driving yang Perlu Diketahui Pengemudi
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Wamen LH Ajak Masyarakat Cegah Banjir Jabodetabek, Beri Bantuan Pipa Biopori
• 6 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.