Jakarta, tvOnenews.com - Kebahagiaan mendalam tengah dirasakan oleh delapan siswa SMKN 1 Bandung. Mereka menjadi bagian dari penerima Beasiswa Personal Pancawaluya, sebuah inisiatif bantuan pendidikan yang digagas langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dukungan finansial ini dirasakan sangat tepat sasaran, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar sekolah. Fadiya Putri, salah satu penerima manfaat, menyampaikan rasa syukurnya melalui sepucuk surat, Rabu (1/4).
“Terima kasih Pak Gubernur, berkat beasiswa ini saya bisa membantu meringankan beban orang tua untuk membeli seragam sekolah, alat tulis, dan perlengkapan sekolah lainnya,” ungkap Fadiya Putri melalui suratnya.
Selain untuk perlengkapan sekolah, beasiswa ini juga menjadi solusi bagi kendala transportasi. Aira Oktavia menceritakan bagaimana sebelumnya ia sempat kesulitan membiayai ongkos menuju sekolah.
“Karena, sebelumnya untuk pergi ke sekolah sangat sulit mendapatkan ongkos,” ungkapnya.
Rasa lega juga diutarakan oleh Melati Agustin yang merasa pemberian ini sangat membantu stabilitas ekonomi keluarganya.
“Terima kasih atas pemberiannya, Pak. Saya jadi tidak terlalu membebani kedua orang tua saya,” terangnya.
Kisah yang tak kalah mengharukan datang dari Noci Rahmayani. Baginya, bantuan ini adalah jawaban dari doa-doa yang ia panjatkan demi kebahagiaan keluarga.
Selama ini, Noci harus mengesampingkan keinginan membeli alat tulis baru demi kebutuhan rumah tangga yang lebih mendesak.
“Selama ini saya selalu menahan diri untuk tidak membeli alat tulis baru karena harus mendahulukan kebutuhan yang lebih mendesak. Melihat binar lega di mata orang tua saya karena biaya sekolah berkurang adalah kebahagiaan luar biasa,” tulis Noci.
Sementara itu, Nurri Tiara Kirani dan Lailla menganggap beasiswa ini sebagai suntikan semangat baru untuk terus berprestasi.
Akbar Miftah Ash-Shiddieq, yang ibunya menjadi tulang punggung tunggal di keluarga, juga merasa sangat terbantu.
“Beasiswa Pancawaluya ini sangat membantu dan tidak terlalu membebankan orang tua saya. Kebetulan, yang bekerja di rumah hanya ibu. Saya harap program ini bisa terus berjalan lancar karena di luar sana masih banyak orang tua yang belum mampu memenuhi kebutuhan sekolah anaknya,” ujar Akbar.




