TABLOIDBINTANG.COM - Setelah satu dekade absen dari kursi penjurian, musisi Ahmad Dhani kembali tampil sebagai juri dalam ajang pencarian bakat menyanyi The Icon Indonesia.
Dhani mengungkapkan bahwa keputusan untuk kembali menjadi juri bukan hal yang mudah. Ia bahkan sempat meragukan kemampuannya setelah lama tidak terlibat dalam ajang serupa. “Sebenarnya bayangkan saya sudah 10 tahun lalu jadi juri. Saya enggak yakin masih bisa jadi juri lho. Tapi masih semangat lah,” kata Dhani, di SCTV Tower, Jakarta, Senin (6/4).
Meski begitu, suami dari Mulan Jameela ini mengaku tetap antusias, meski rasa gugup tak bisa dihindari. Ia menyebut perlu penyesuaian kembali untuk mengembalikan ritme sebagai juri. “Ya agak grogi juga lah, sudah lama nggak. Perlu akselerasi dikit,” tuturnya.
Namun, Dhani memastikan akan tetap mempertahankan gaya penilaiannya yang lugas dan jujur. “Cuma yang saya pastikan terjadi adalah saya pasti akan menjadi juri paling jujur ya. Kalau nggak enak ya saya bilang nggak enak,” tambahnya.
Dalam ajang ini, Dhani tidak sendiri. Ia akan duduk bersama sejumlah musisi ternama seperti Titi DJ, Isyana Sarasvati, Afgan, Andien, Ardhito Pramono, Adrian Khalif, serta Uan Kaisar.
Program The Icon Indonesia sendiri telah menjaring 24 peserta terbaik dari berbagai daerah melalui proses seleksi panjang sejak Desember 2025. Tahapan tersebut meliputi audisi daring, audisi terbuka, hingga audisi terbatas.
Deputy Director Programming SCTV, Banardi Rachmas, menjelaskan bahwa kehadiran para juri menjadi salah satu kekuatan utama program ini. Mereka tidak hanya menilai, tetapi juga berperan sebagai pembimbing bagi para peserta.
“Mungkin pertanyaannya apa yang beda? Yang ada di hadapan sekalian ini adalah salah satu pembeda yang utama, bagaimana mereka mau bergabung ya bersama kami di The Icon Indonesia untuk menjadi juri, menjadi coach yang nantinya mereka akan menggembleng, mereka akan mengkondisikan talenta-talenta 24 terbaik ini menjadi ikon baru musik Indonesia,” tutur Banardi.
Ia juga menambahkan bahwa kompetisi dirancang dengan sistem yang ketat agar para peserta dapat merasakan tantangan nyata di industri musik. “Kami juga punya sistem desain bagaimana mereka merasakan ketatnya kompetisi,” tambahnya.




