JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid mengingatkan, jemaah umrah asal Indonesia untuk segera meninggalkan Arab Saudi paling lambat 18 April 2026.
Pasalnya, pemerintah Arab Saudi tengah memperketat pengawasan menjelang kedatangan jemaah haji mulai 21-22 April 2026.
“Situasi di Saudi sekarang ini lagi ketat-ketatnya menyangkut masalah non-jemaah yang harus keluar ya dari Arab Saudi per tanggal 18 April ini, itu harus sudah keluar. Karena jemaah tanggal 21 itu sudah mulai masuk, 21 April,” ujar Wachid saat ditemui di Gedung DPR RI, Selasa (7/4/2026).
Menurut Wachid, pengetatan tersebut diiringi dengan maraknya razia di lapangan.
Baca juga: Waka Komisi VIII: Arab Saudi Klaim Situasi Aman, Optimistis Haji 2026 Lancar
Oleh karena itu, jemaah umrah diminta mematuhi aturan agar tidak terkena sanksi dari otoritas setempat.
“Ini ketat-ketatnya, sehingga di sana banyak razia,” kata politikus Partai Gerindra tersebut.
Wachid menekankan, kebijakan itu juga berkaitan dengan persiapan penyelenggaraan ibadah haji, khususnya pembangunan dan penataan fasilitas di Arafah, Mina, dan Muzdalifah (Armuzna).
“Diharapkan untuk persiapan ini benar-benar Syarikah menyiapkan tenaga untuk membangun Arafah, Mina, Muzdalifah. Itu yang sangat penting,” ucap dia.
Baca juga: Menjelang Pemberangkatan, Waka Komisi VIII Ungkap Persiapan Haji 2026 Belum 100 Persen
Wachid juga mengungkapkan bahwa Komisi VIII DPR RI baru saja kembali dari Arab Saudi, setelah melakukan pemantauan langsung soal kesiapan haji 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi VIII mengecek berbagai aspek, mulai dari pemondokan, katering, hingga transportasi bus selawat.
“Masih ada yang perlu pembenahan terkait ketersediaan tenda di Arafah dan Mina. Itu belum selesai, dan saya minta kepada Syarikah yang menyiapkan ini, dan termasuk Kidana, pemerintah Saudi yang di sana yang menyiapkan Armuzna itu, terkait dengan persiapan ini segera,” kata dia.
Diketahui, kloter pertama jemaah haji Indonesia akan berangkat ke Tanah Suci pada 22 April 2026.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang