JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah masih mengkaji wacana pemotongan gaji pejabat negara di tengah upaya menjaga efisiensi anggaran.
Purbaya menyebut wacana pemotongan gaji pejabat, termasuk menteri, masih tahap pembahasan dan belum ada keputusan final.
Menurutnya, kesiapan untuk menerapkan kebijakan pemotongan gaji akan diberlakukan dengan menunggu arahan resmi dari Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau DPR saya enggak tahu, kalau menteri saya enggak apa-apa, kita lihat kebijakan Presiden seperti apa," kata Purbaya di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Senin (7/4/2026), dilaporkan jurnalis KompasTV Achi dan Ian.
Lebih lanjut, Purbaya mengaku tidak keberatan jika gajinya dipotong.
"Enggak apa-apa, kan banyak duitnya," ucapnya.
Baca Juga: Prabowo Usul Gaji Pejabat Dipangkas, Sejumlah Fraksi di DPR Respons Beri Dukungan
Meski belum ada keputusan final, Purbaya memperkirakan besaran pemotongan gaji bisa mencapai sekitar 25 persen. Namun, angka tersebut masih bersifat asumsi pribadinya.
Ketika ditanyai apakah pemotongan gaji sudah pasti, Purbaya mengatakan sudah ada pembicaraan mengenai hal tersebut, tetapi keputusan terakhirnya masih belum pasti.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sempat menyinggung mengenai langkah pemerintahan Pakistan merespons dampak perang Iran dan AS-Israel dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- menkeu
- purbaya yudhi sadewa
- purbaya
- pemotongan gaji
- pemotongan gaji pejabat





