Selebgram Rachel Vennya mengaku mengalami kerugian finansial yang besar akibat sengketa rumah dengan mantan suaminya, Niko Al Hakim alias Okin.
Kuasa hukum Rachel Vennya, Sangun Ragahdo, membedah rincian biaya yang telah dikeluarkan kliennya untuk rumah di kawasan Kemang tersebut.
Kerugian pertama bermula saat rumah tersebut baru dibeli pada tahun 2017. Meski status rumah atas nama Okin, Rachel yang melunasi biaya renovasi besar-besaran agar rumah tersebut layak ditempati.
"Rachel melakukan renovasi terhadap rumah tersebut, menghabiskan uang tidak kurang Rp 3 sampai 4 miliar. Dan itu telah dibayar lunas oleh Rachel," kata Sangun di Polda Metro Jaya.
Tak berhenti di situ, setelah perceraian pada 2021, muncul kesepakatan mengenai uang mut’ah sebesar Rp 1 miliar. Namun, Sangun menyebutkan bahwa uang tersebut tidak pernah sampai ke tangan Rachel.
"Kalau mut'ah itu kan memang sudah disepakati senilai 1 miliar rupiah. Yang sampai rumah itu diserahkan pun, belum pernah dibayarkan," tuturnya.
Selain uang mut'ah, kerugian juga timbul dari nafkah anak sebesar Rp 50 juta per bulan yang sempat mandek selama berbulan-bulan.
"Ternyata di tahun 2021, tahun 2022, istilah mandek. 2021 itu ada 3 bulan, di 2022 itu tidak kurang dari 6 bulan, hampir setengah tahun mandek," ucapnya.
Rachel Vennya Merogoh Dana Pribadi untuk Renovasi RumahDemi menyelamatkan aset untuk masa depan anak-anaknya, Rachel bahkan sempat sepakat menghapus uang mut'ah Rp1 miliar dan tunggakan nafkah anak tersebut, asalkan rumah diserahkan kepadanya.
Rachel pun kembali merogoh dana pribadi sebesar Rp 500 juta untuk renovasi tahap kedua setelah rumah diserahkan secara verbal.
"Renov juga nilainya cukup banyak, menghabiskan uang tidak kurang dari Rp 500 juta rupiah terkait renovasi tersebut. Ternyata uang sudah keluar, sekarang ada indikasi rumahnya mau dijual," ungkap Sangun.
Jika ditotal dari biaya renovasi pertama (Rp 3-4 miliar), renovasi kedua (Rp 500 juta), uang mut'ah yang tidak dibayar (Rp 1 miliar), maka kerugian yang dialami Rachel Vennya mencapai angka Rp 5 miliar.
Pihak Rachel kini merasa berada di posisi yang sangat dirugikan karena telah mengeluarkan banyak modal pribadi, tetapi aset yang dijanjikan justru bermasalah secara hukum.
"Merasa dirinya dibohongi, ditipu, dan lain sebagainya. Ini bukan masalah ingin minta uang, tapi ini terkait tanggung jawab seorang ayah terhadap anak-anaknya," ucap Sangun.




