FAJAR, MAKASSAR — Prestasi membanggakan ditorehkan Raphaela Vindy Mundan. Siswi Sekolah Ciputra Kasih Makassar itu sukses meraih empat medali emas pada ajang The Bangkok Gymnastics (Moose Games) Invitational Meet 2026 yang digelar 4–5 April di Thai Canadian Community Sports, Thailand.
Turun mewakili Gavrila Gymnastics Club, Vindy tampil impresif di seluruh nomor yang diikutinya. Ia menyabet emas pada kategori vault, beam, bars, dan floor—empat nomor utama dalam cabang senam artistik.
Kompetisi ini menjadi salah satu turnamen bergengsi di kawasan Asia. Sekitar 700 atlet dari 29 klub dan tujuh negara ambil bagian, menjadikan persaingan berlangsung ketat sejak babak awal.
Menariknya, keikutsertaan Vindy menjadi debutnya di level internasional. Meski baru pertama tampil di ajang luar negeri, ia mampu menunjukkan performa matang dan mencuri perhatian.Putri pasangan Hendry Mundan dan Novika Ayu Triany itu mendapat dukungan penuh dari keluarga. Peran orang tua dinilai penting dalam mendorong perkembangan bakat sekaligus membangun kepercayaan diri sejak usia dini.
Keberhasilan ini mempertegas bahwa pembinaan terarah dan lingkungan suportif dapat melahirkan atlet muda yang siap bersaing di panggung global.
Raphaela Vindy Mundan, Tenang di Kelas, Tangguh di Arena
Di ruang kelas, Raphaela Vindy Mundan dikenal sebagai pribadi pendiam. Ia tidak banyak bicara, lebih sering fokus pada pelajaran. Namun di balik sikap tersebut, tersimpan keberanian besar yang membawanya melangkah jauh hingga level dunia.
Di lingkungan keluarga, karakter Vindy berbeda. Ia tumbuh sebagai anak ceria, hangat, serta dekat dengan orang tua. Kombinasi kepribadian itu membentuk keseimbangan antara ketenangan dan ketangguhan.
Pada usia 10 tahun, ia sudah mencatat pencapaian yang tak biasa. Ajang di Bangkok menjadi panggung pembuktian pertamanya di kancah internasional. Hasilnya pun mencolok—empat emas dari seluruh nomor yang diikuti.Capaian itu tidak datang secara instan. Dukungan keluarga menjadi fondasi utama. Hendry Mundan dan Novika Ayu Triany tidak hanya memfasilitasi latihan, tetapi juga menanamkan keberanian untuk mencoba hal baru.
Rasa ingin tahu tinggi menjadi salah satu kekuatan Vindy. Ia berani keluar dari zona nyaman, sebuah sikap yang kerap menjadi pembeda dalam proses meraih prestasi.
Perjalanan masih panjang. Namun sinyal masa depan sudah terlihat. Dari sosok sederhana di bangku sekolah, Vindy menjelma menjadi talenta muda yang mulai diperhitungkan. Bangkok bukan akhir, melainkan langkah awal menuju panggung yang lebih besar. (adi)





