Kemdiktisaintek Dorong Percepatan Penanganan Sampah Nasional Berbasis Teknologi

tvrinews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Nirmala Hanifah

TVRINews, Jakarta 

Pemerintah terus melakukan upaya dalam mempercepat penanganan sampah nasional terus didorong pemerintah melalui pendekatan berbasis teknologi dan inovasi. Di mana, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah mengambil peran strategis dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk bersama Kementerian Lingkungan Hidup.

Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dengan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, di kantor Kemdiktisaintek pada Selasa, 7 April 2026 hari ini.

Dalam kesempatan itu, ia mengatakan jika solusi persoalan sampah tidak bisa dilepaskan dari pendekatan ilmiah. Menurutnya, sains dan teknologi harus menjadi dasar dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Yang kami rancang sebelumnya adalah template makro. Setelah melihat kondisi di lapangan, kita akan gunakan basis data TPS 3R (reduce, reuse, recycle) yang sudah ada untuk segera masuk ke tahap implementasi,” ujar Menteri Brian.

Tak hanya itu, ia menjelaskan langkah konkret yang akan dilakukan salah satunya adalah mengoptimalkan lebih dari seratus titik Tempat Penampungan Sementara (TPS 3R) yang telah tersedia. 

Di mana, lanjutnya penguatan di sektor hulu ini dinilai penting untuk mengendalikan volume sampah sejak awal. Oleh karenanya, Kemdiktisaintek juga akan melibatkan perguruan tinggi dalam implementasinya. 

Ia menilai, jika peran akademisi dianggap krusial, mulai dari melakukan riset hingga terjun langsung dalam pemetaan dan analisis kondisi lapangan.

Dikesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menilai dukungan dari kalangan akademisi akan memperkuat kebijakan yang diambil, sehingga lebih mudah diterapkan di lapangan.

“Kementerian Lingkungan Hidup akan melihat penelitian dan perumusan dari teman-teman akademisi, sehingga implementasi di lapangan dapat berjalan lebih selaras,” ujar Menteri LH.

Menurutnya, kerangka kebijakan yang disusun bersama telah mulai disesuaikan dengan kondisi nyata, khususnya dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal ini menjadi penting mengingat sebagian besar sampah di perkotaan berasal dari rumah tangga dengan dominasi limbah organik.

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan beban di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat ditekan, sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah secara keseluruhan. 

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi serta perubahan perilaku masyarakat sebagai bagian dari solusi jangka panjang.

Tak hanya itu, pembahasan juga mencakup pentingnya integrasi pengelolaan sampah antara sektor rumah tangga dan kawasan komersial, serta perlunya penguatan regulasi dan penegakan hukum.

Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat implementasi kebijakan yang berbasis sains dan teknologi, sekaligus memastikan hasil riset dari perguruan tinggi benar-benar memberikan dampak nyata bagi lingkungan.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bantah Tudingan Fitri Salhuteru Soal Laporan Terhadap Richard Lee, Doktif: Stop Melakukan Penyebaran Kebodohan
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Polri Pastikan Rekrutmen Akpol Transparan, Tegaskan Tak Ada Jalur Khusus
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Laporan Parkir Liar Dibalas Foto AI, Pramono Desak Inspektorat Periksa Lurah Kalisari!
• 11 jam laludisway.id
thumb
Purbaya Buka-bukaan Alasan Pemerintah Rem Kenaikan Harga BBM: Itu Arahan Presiden
• 2 jam laludisway.id
thumb
OJK Ungkap 6 Bank Tutup Awal Tahun 2026
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.