Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) resmi menyalurkan dividen tunai tahun buku 2025 kepada para pemegang saham sebesar Rp349,41 per lembar saham atau senilai kisaran Rp13,02 triliun hari ini, Rabu (7/4/2026).
Pembagian dividen tunai sebelumnya telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) tahun buku 2025 yang digelar pada 9 Maret 2026.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo sebelumnya menyampaikan, keputusan tersebut mencerminkan komitmen Perseroan untuk tetap memberikan nilai optimal kepada pemegang saham sekaligus menjaga fundamental perusahaan melalui penguatan struktur permodalan.
“Sejumlah keputusan strategis yang disepakati dalam RUPST ini merupakan bagian dari upaya menjaga kinerja berkelanjutan serta memperkuat fondasi permodalan Perseroan ke depan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis.
Sebagai catatan, BNI memutuskan untuk menebar dividen senilai Rp13,95 triliun untuk tahun buku 2024. Nilai tersebut setara dengan Rp374,05 per saham. Untuk tahun buku 2023, bank berlogo 46 itu menebar dividen tunai sebesar 50% dari laba bersih atau senilai Rp10,45 triliun.
Kinerja BBNI 2025
Baca Juga
- BNI (BBNI) Lepas Saham BNI Asset Management Rp359,6 Miliar ke Danantara
- BNI (BBNI) Tutup Internet Banking Bertahap Mulai 21 April 2026
- BNI (BBNI) Cetak Laba Bersih Rp3,41 Triliun per Februari 2026
Sepanjang 2025, BNI membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp20,11 triliun. Realisasi itu menyusut 7,15% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp21,66 triliun.
Dari sisi fungsi intermediasi, bank pelat merah ini membukukan pertumbuhan kredit sebesar Rp899,53 triliun, tumbuh 15,94% YoY dibanding tahun lalu. Sepanjang 2024, BNI menyalurkan kredit senilai Rp775,87 triliun.
Kemudian dari sisi penghimpunan dana, BNI mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.040,83 triliun, meningkat 29,21% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp805,51 triliun.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





