Kisah Lansia di Kudus Tawarkan Jemuran Baju, Jalan Kaki Belasan Kilometer

kumparan.com
12 jam lalu
Cover Berita

Langkah Abdul Rochim (70) tampak pelan menyusuri jalanan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Di bahunya, lima unit jemuran baju dipikul, bergoyang mengikuti irama langkahnya. Sesekali ia berhenti di tepi jalan, meneguk air mineral, lalu mengusap peluh di dahinya dengan handuk kecil yang dibawanya.

Lansia asal Garut, Jawa Barat, itu menempuh perjalanan panjang hari itu. Ia berjalan dari Desa Puyoh, Kecamatan Dawe, menuju Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati. Jarak antara kedua desa tersebut mencapai sekitar 17 kilometer, dan seluruhnya ia lalui dengan berjalan kaki, sembari menawarkan dagangan dari satu orang ke orang lain.

Rochim, sapaan akrabnya, baru tiba di Kudus sehari sebelumnya bersama seorang rekannya. Ia datang jauh-jauh dari Garut untuk berjualan jemuran baju, pekerjaan yang telah ia tekuni selama puluhan tahun.

Berangkat dari kampung halamannya, Rochim hanya membawa bekal Rp 150 ribu. Uang itu harus cukup untuk makan, biaya kos, sekaligus transportasi selama ia berada di Kudus. Kini, sisa uangnya tinggal Rp 30 ribu. Padahal, ia berencana bertahan di kota ini hingga sebulan ke depan.

Beban yang ia tanggung tak hanya perjalanan jauh. Selama berjualan di Kudus, ia ditarget menjual 100 unit jemuran baju. Hari itu, pria beranak empat tersebut memulai dengan membawa lima unit jemuran di pundaknya, berharap satu per satu bisa terjual.

"Hari ini pertama kalinya saya jualan di Kudus. Saya berkeliling dari pukul 06.00 WIB sampai sekarang belum ada yang laku," katanya, Selasa (7/4).

Sejak pagi, Rochim berangkat dari tempat kosnya di Desa Jati Wetan menggunakan angkutan menuju Desa Puyoh. Dari sana, ia mulai berkeliling dengan berjalan kaki, mengetuk harapan di setiap rumah yang ia datangi. Setelah itu, ia kembali berjalan menuju Jati Wetan, tetap menawarkan dagangannya di sepanjang jalan.

"Setiap saya tawarkan ke masyarakat pada bilang mboten (tidak, red) karena belum butuh," terangnya.

Rasa lelah tak bisa ia sembunyikan. Usianya yang tak lagi muda membuat setiap langkah terasa lebih berat, apalagi dengan beban jemuran di bahunya. Namun, ia tetap memaksakan diri untuk terus berjalan.

"Dibilang capek ya sudah bukan capek lagi. Sudah lemas kaki saya dan berat juga bawa lima jemuran baju ini," ungkapnya.

Setiap unit jemuran dijual seharga Rp 300 ribu, meski masih bisa ditawar. Bagi Rochim, satu pembeli saja sudah cukup berarti, setidaknya bisa meringankan beban di pundaknya.

"Sampai sekarang belum ada yang beli. Kalau ada yang beli kan saya agak ringan memikul jemurannya. Kalau membawa lima unit jemuran baju seperti ini rasanya berat," jelasnya.

Perjalanan panjang ini ia jalani bukan tanpa alasan. Rochim menerima tawaran rekannya untuk berjualan di Kudus karena kebutuhan ekonomi. Sejak tahun 2000, ia telah berkeliling ke berbagai daerah, dari Kudus, Demak, Pekalongan, hingga Jember, Madura, dan Bali demi menjajakan jemuran baju.

Di kampung, istri dan anak bungsunya bekerja sebagai petani. Sementara Rochim memilih merantau, mencari tambahan penghasilan untuk keluarga, sekaligus menabung untuk pernikahan anaknya.

"Kalau istri dan anak saya yang terakhir bekerja jadi petani di kampung. Saya jualan jemuran di Kudus mencari tambahan uang," ucapnya.

Meski hari itu belum membuahkan hasil, Rochim tak kehilangan harapan. Ia percaya, rezeki akan datang pada waktunya. Dengan langkah yang mungkin kian berat, ia tetap melanjutkan perjalanan, menawarkan jemuran dari satu tempat ke tempat lain.

"Saya tidak putus asa. Hal semacam ini sudah biasa, mungkin belum rezeki saya. Tetapi inshaAllah nanti pasti laku," imbuhnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemanfaatan Air Tanah jadi Sorotan, Pengusaha AMDK Fokus Konservasi
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Survei Indikator: 85,3 Persen Pemudik Puas Penyelenggaraan Mudik Lebaran 2026
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Allegri Tegaskan Target Realistis AC Milan Usai Takluk dari Napoli dalam Perebutan Posisi Dua
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Disinggung Soal Jodoh, Natasha Wilona Justru Fokus Bahagiakan Sang Ibu
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Sejumlah Saksi Kasus Korupsi Fadia Arafiq Mulai Diperiksa KPK Hari Ini
• 9 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.