Pemanfaatan Air Tanah jadi Sorotan, Pengusaha AMDK Fokus Konservasi

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) menyampaikan keberlanjutan menjadi fokus utama pihaknya di tengah sorotan publik terhadap pemanfaatan air tanah. 

Pelaku usaha industri air minum dalam kemasan (AMDK) menyebut praktik industri telah berbasis kajian ilmiah ketat.

Ketua Umum Amdatara Karyanto Wibowo menyatakan sumber air industri tidak diambil secara sembarangan. Seluruh proses melalui studi panjang lintas disiplin.

“Seluruh sumber air dipilih melalui proses ilmiah yang ketat, meliputi studi minimal satu tahun, kajian hidrogeologi, evaluasi multidisiplin geologi, geofisika, mikrobiologi, serta verifikasi independen,” kata Karyanto kepada Bisnis, Senin (6/4/2026).

Dia menjelaskan sumber air berasal dari mata air pegunungan, akuifer dalam, hingga air tanah dalam. Pemilihan sumber dilakukan dengan mempertimbangkan keberlanjutan dan kualitas.

Amdatara menerapkan prinsip water stewardship melalui perlindungan daerah tangkapan air dan keseimbangan pemanfaatan. Investasi juga diarahkan pada konservasi seperti penanaman pohon, pembangunan sumur resapan, dan restorasi lahan.

Baca Juga

  • Akademisi Usulkan 50% Pajak Air Tanah untuk Konservasi
  • Siap-Siap! Pemerintah Bakal Larang Penggunaan Air Tanah di Semarang
  • Sumber Air Kemasan Tak Sama dengan Air Tanah, Begini Penjelasannya!

Selain itu, industri mendorong efisiensi penggunaan air dan energi serta inovasi kemasan ramah lingkungan. Transparansi kepada publik juga menjadi bagian dari strategi menjaga kepercayaan.

“Kami meyakini bahwa konservasi sumber air dan pertumbuhan industri bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan harus berjalan beriringan,” tegas Karyanto.

Sebelumnya, Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika menyampaikan bahwa persepsi publik terhadap industri AMDK masih menjadi tantangan tersendiri. Menurutnya, pemanfaatan air oleh industri AMDK relatif kecil dibandingkan potensi yang tersedia untuk masyarakat, yakni sekitar 0,22%.

Namun demikian, industri AMDK disebutnya tetap mengedepankan upaya konservasi sumber di tengah beberapa tantangan utama seperti bahan baku yang masih bergantung terhadap impor, biaya produksi tinggi, hingga tata kelola bahan baku daur ulang yang belum optimal.

Putu kemudian menyampaikan bahwa Kemenperin telah mencatat mencatat berbagai upaya konservasi air tanah, termasuk penanaman lebih dari 2 juta pohon serta pembangunan 2.500 sumur resapan dan embung.

“Ini juga menyediakan sumber air bersih bagi masyarakat, diiringi pendampingan petani dalam budidaya yang ramah air dan pencemaran kimia, serta efisiensi dan sirkularitas air kapasitas produksi,” katanya dalam rapat dengar pendapat di Komisi VII DPR RI, Rabu (4/2/2026) lalu. (Reyhan Fernanda Fajarihza)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ditanya Wacana Pemotongan Gaji Menteri, Ini yang Dikatakan Airlangga Hartarto
• 9 menit lalutvonenews.com
thumb
Dahnil Anzar Pastikan Tidak Ada Tambahan Biaya Haji Meski Harga Avtur Naik
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Preview Real Madrid vs Bayern Munchen: Sejarah Milik Tuan Rumah, Tamu Tunjukkan Respek
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Update Kebakaran Hebat SPBE Cimuning, Camat Mustika Jaya: Dua Sekuriti Tewas Usai Sempat Dirawat
• 2 jam laludisway.id
thumb
Pigai Digugat Anak Buahnya ke PTUN, Menteri HAM: Saya Tidak Pernah Nonjobkan Pegawai
• 39 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.