1 dari 7 Kapal Malaysia yang Sempat Tertahan Berhasil Lewati Selat Hormuz

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Satu dari 7 kapal komersial milik Malaysia yang sempat tertahan di Selat Hormuz telah diberi izin untuk berlayar dengan aman dan sedang menuju tujuannya. Hal ini disampaikan Kementerian Luar Negeri Malaysia, dikutip dari Bloomberg, Selasa (7/4).

Berlayarnya salah satu kapal Malaysia ini menyusul langkah diplomatik tingkat tinggi yang dilakukan kedua negara, termasuk percakapan telepon pada 26 Maret yang lalu antara Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Menlu Malaysia Mohamad Hasan juga berbicara dengan Menlu Iran Abbas Araghchi pada 24 Maret.

Malaysia mempertahankan hubungan diplomatik yang ramah dengan Iran. Anwar Ibrahim mengakui hak Teheran untuk mempertahankan kedaulatannya, sambil menyerukan penyelesaian konflik dengan cepat.

Iran telah mengizinkan 7 kapal tanker Malaysia untuk melintasi Selat Hormuz, yang menjadi titik panas perang antara AS-Israel dengan Iran. Kapal yang tertahan di jalur air vital itu di antaranya dimiliki oleh raksasa energi Petroliam Nasional Bhd., perusahaan pelayaran MISC Bhd., dan Sapura Energy Bhd.

Juru bicara Kemlu Malaysia menolak mengomentari detail kapal yang berhasil melewati Selat Hormuz dan kapal lain yang masih tertahan.

"Malaysia tetap teguh pada prinsip kebebasan navigasi, keselamatan, dan keamanan jalur maritim berdasarkan hukum internasional," kata Kemlu Malaysia dalam pernyataannya.

Penutupan efektif Selat Hormuz mengguncang pasar dan memicu krisis energi yang luas. Dua kapal pengangkut gas alam cair yang tampaknya membatalkan upaya untuk keluar dari Teluk Persia lewat Selat Hormuz kini menuju Qatar.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, segala kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah harus menjamin kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz. Pembukaan Selat Hormuz menjadi prioritas yang sangat penting dalam perundingan yang sedang berlangsung dengan Iran.

Trump juga memperingatkan jika Iran gagal memenuhi tenggat waktu pada Selasa pukul 20.00 malam waktu setempat, AS akan meluncurkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga BBM Subsidi Tetap, Pemerintah Minta Masyarakat Tak Khawatir
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Sanksi 67 Perusahaan Terkait Banjir Sumatera Dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Podium Media Indonesia: Parit Modern
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polri Janji Rekrutmen Akpol 2026 Transparan, Bebas Korupsi dan Nepotisme
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Kepala Pusat Disabilitas Unhas Soroti Kesenjangan Regulasi dan Implementasi Hak Disabilitas di ASEAN
• 6 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.