Harga Plastik Melejit hingga 50 Persen Imbas Konflik Iran-AS-Israel, Industri Kemasan dan UMKM Terpukul

tvonenews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Kenaikan harga plastik menjadi isu krusial yang kini menghantam berbagai sektor industri di Indonesia. Lonjakan harga plastik terjadi seiring memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Dampak konflik tersebut mendorong kenaikan harga minyak mentah global, yang kemudian berimbas langsung pada harga plastik sebagai produk turunan petrokimia. Akibatnya, pelaku industri hingga pedagang kecil kini menghadapi tekanan biaya yang semakin berat.

Harga Plastik Naik Tajam, Pedagang Tercekik

Kenaikan harga plastik di pasar domestik tercatat cukup signifikan. Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mengungkapkan bahwa harga plastik telah melonjak hingga 50 persen sejak akhir Februari 2026.

Sebelumnya, harga plastik berada di kisaran Rp10.000 per kilogram. Namun kini, harga plastik telah menyentuh Rp15.000 per kilogram. Kenaikan ini terjadi secara bertahap dan terus berlanjut seiring terganggunya pasokan bahan baku.

Lonjakan harga plastik ini langsung dirasakan pedagang pasar tradisional yang sangat bergantung pada kemasan plastik untuk aktivitas jual beli sehari-hari.

Industri Kemasan Kena Imbas Paling Besar

Kenaikan harga plastik juga memukul industri kemasan, terutama kemasan fleksibel seperti standing pouch untuk minyak goreng, beras, dan produk kebutuhan pokok lainnya.

Direktur Eksekutif Indonesian Packaging Federation, Henky Wibawa, menjelaskan bahwa bahan baku menyumbang 50% hingga 70% dari total biaya produksi kemasan.

Dengan lonjakan harga bahan baku yang mencapai 80 persen, maka harga plastik dalam bentuk kemasan diperkirakan naik setidaknya 40 persen.

Kondisi ini membuat produsen berada dalam posisi sulit: menaikkan harga jual atau menekan margin keuntungan.

Dampak Harga Plastik ke Industri AMDK

Salah satu sektor yang terdampak langsung dari kenaikan harga plastik adalah industri air minum dalam kemasan (AMDK). Produk ini sangat bergantung pada bahan plastik sebagai kemasan utama.

Ketua Umum Perkumpulan Usaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara), Karyanto Wibowo, menyebut kenaikan harga plastik berpotensi menekan volume penjualan.

Pasalnya, produsen harus mempertimbangkan kenaikan harga jual, sementara daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. Dalam kondisi ini, harga plastik menjadi faktor penting yang menentukan stabilitas harga produk di pasar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
14 Jam Perbaikan, Jalur Kereta Api Bumiayu Kembali Normal usai KA Bangunkarta Anjlok
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi ke Nikahan Warga Bak Rejeki Nomplok, hingga Lubuk Hati Sarwendah Pada Betrand Peto
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Fanny Fadillah Ngaku Pernah Jual Motor Demi Bayar Listrik, Stres Tak Syuting 3 Tahun Sampai Bobot Turun Drastis: Makan Anak Gimana?
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Aldi Taher Promo Burger ke Balai Kota Jakarta, Bikin Pramono Tertawa Terpingkal-pingkal
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Alasan PPSU Tangani Laporan JAKI soal Parkir Liar di Kalisari, Bukan Dishub
• 16 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.