Golkar soal Saiful Mujani Ingin Jatuhkan Prabowo: Yang Dirugikan Adalah Rakyat

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji, menanggapi pernyataan Saiful Mujani terkait wacana “menjatuhkan” Presiden Prabowo Subianto.

Sarmuji menegaskan, saat ini pemerintahan berjalan di jalur yang tepat dan tidak semestinya diganggu oleh wacana-wacana yang berpotensi menghambat stabilitas nasional.

“Jangan menghentikan kereta yang sedang melaju karena kereta berjalan pada rel yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan," kata Sarmuji saat dihubungi, Selasa (7/4).

Menurutnya, jika laju pemerintahan dipaksa berhenti atau diganggu, maka yang akan terdampak bukanlah elite politik, melainkan masyarakat luas.

“Nanti yang protes bukan masinis, melainkan penumpang. Kalau kereta berhenti, yang dirugikan adalah rakyat kebanyakan," tuturnya.

Sarmuji juga menekankan, Indonesia saat ini telah memiliki sistem sirkulasi kepemimpinan nasional yang ajeg dan konstitusional. Oleh karena itu, segala dinamika politik seharusnya tetap berada dalam koridor tersebut.

Ia menilai, pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo tengah bekerja keras untuk mewujudkan visi nasional, sekaligus mendekati tujuan bernegara, yakni menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera.

"Kita sudah memiliki sirkulasi kepemimpinan nasional yang ajeg dan kontsitusional. Pemerintah dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo sedang berusaha keras mencapai visinya sekaligus mendekati tujuan negara menciptakan masyarakat adil dan sejahtera," tutup dia.

Saiful Mujani Bantah Makar

Sebelumnya Saiful Mujani mengklarifikasi pernyataannya yang sempat memicu polemik terkait ajakan menurunkan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan, pernyataan tersebut bukanlah makar, melainkan bentuk ekspresi sikap politik dalam sistem demokrasi.

Saiful menjelaskan, pernyataan itu disampaikan dalam forum halal bihalal yang terbuka dan dihadiri kalangan akademisi serta pengamat.

"Pertanyaannya apakah ucapan saya itu 'bisa disebut makar'? Saya tegaskan itu bukan makar, tapi 'political engagement', yakni sikap politik atau sikap yang dinyatakan tentang isu politik di hadapan orang banyak. Politiknya dalam acara itu terutama berkaitan dengan kinerja Presiden Prabowo," tegas dia.

Ia menambahkan, sikap politik merupakan bagian dari partisipasi politik yang dijamin oleh konstitusi.

"Sikap politik berada satu tingkat di bawah partisipasi politik atau tindakan politik, dan partisipasi politik adalah inti dari demokrasi. Tidak ada demokrasi tanpa partisipasi politik," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Ancam Serang Infrastruktur Iran, Jika Selat Hormuz Tidak Dibuka Kembali
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Ketua MPR Minta Hentikan Perang di Timur Tengah
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kunjungi Minahasa, Wapres Pastikan Kualitas Program MBG & Peningkatan Fasilitas Pendukung Bagi Siswa
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Gaji ke-13 ASN 2026 Belum Diputuskan, Kemenkeu Masih Kaji Skema
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Direktur Impack Pratama Industri (IMPC) Ajukan Resign
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.