Presiden Donald Trump mengakui Amerika Serikat (AS) mencoba mempersenjatai demonstran di Iran, Senin (6/4). Namun, senjata tersebut disebut tidak pernah sampai kepada pihak yang dituju.
Trump menyebut persenjataan itu diperuntukkan bagi demonstran anti-pemerintah. Ia ingin senjata tersebut digunakan untuk melawan pemerintah Iran yang disebutnya otoriter.
“Kami mengirimkan senjata, banyak senjata. Senjata-senjata itu seharusnya diberikan kepada orang-orang agar mereka dapat melawan para preman ini,” kata Trump kepada wartawan saat acara Paskah di Gedung Putih, seperti dikutip dari Reuters.
“Apa yang terjadi? Orang-orang yang menerima senjata itu justru menyimpannya. Jadi saya sangat kecewa dengan kelompok tertentu, dan mereka akan membayar mahal untuk itu,” sambungnya.
Trump tidak mengungkap secara rinci siapa kelompok yang dituduh merampas senjata pemberian dari AS.
Namun, media Fox News melaporkan sejumlah perantara dari kelompok Kurdi mengambil senjata AS yang ditujukan bagi pembangkang dan oposisi di Iran.





