Profil To Lam, Presiden Baru dan Sosok Paling Berkuasa di Vietnam

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

To Lam (68) jadi sorotan global setelah resmi terpilih sebagai Presiden Vietnam pada Selasa (7/4), sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Komunis, menjadikannya figur paling berkuasa di negara itu.

Konsolidasi kekuasaan ini terjadi saat Vietnam tengah menikmati lonjakan ekonomi dengan pertumbuhan tinggi di tengah tekanan global.

“Ini adalah kehormatan besar dan juga tanggung jawab suci dan mulia di hadapan Partai, negara, dan rakyat,” kata To Lam dalam pidato usai pelantikan, seperti dilansir AFP.

Langkah To Lam disebut sebagai perubahan besar karena mengakhiri tradisi kepemimpinan kolektif yang selama ini jadi ciri khas politik Vietnam.

Kini, dengan gaya politik mirip China, semua mata tertuju pada sosok To Lam dan arah baru Vietnam di bawah kendali satu figur dominan.

Dari Aparat ke Puncak Kekuasaan

To Lam adalah politikus kelahiran 10 Juli 1957 yang menghabiskan sebagian besar kariernya di aparat keamanan sebelum masuk lingkar elite politik.

Mengutip Reuters, ia pernah menjabat Menteri Keamanan Publik dan dikenal sebagai figur kuat dengan pengaruh besar di internal partai.

Setelah wafatnya Nguyen Phu Trong pada 2024, To Lam naik menjadi Sekjen dan menjadi presiden sementara, mulai mengonsolidasikan kekuasaan.

Pada Januari 2026, ia kembali mengamankan masa jabatan sebagai Sekjen sebelum akhirnya terpilih sebagai Presiden, sehingga menyatukan kepemimpinan partai dan negara.

Kondisi ini membuat struktur kekuasaan Vietnam mirip dengan model di China di bawah Presiden Xi Jinping yang juga memegang dua posisi kunci.

"Ini secara efektif menjadikannya 'supreme leader' Vietnam," kata analis ISEAS Le Hong Hiep, dilansir AFP.

"Kepemimpinan negara telah beralih dari model kolektif berbasis konsensus menjadi gaya strongman," lanjutnya.

Reformasi Cepat dan Agresif

Sejak menjabat sebagai Sekjen Partai Komunis pada 2024, To Lam langsung mendorong reformasi besar untuk merombak struktur negara.

Menurut laporan AFP, ia menghapus delapan kementerian atau lembaga dan memangkas hampir 150 ribu pegawai negeri untuk merampingkan birokrasi.

Ia juga menggabungkan wilayah administratif dan mempercepat proyek infrastruktur besar untuk mendorong efisiensi negara.

Langkah-langkah ini disebut Asia Sentinel sebagai upaya "menggambar ulang peta" pemerintahan Vietnam secara harfiah.

To Lam juga menyoroti perubahan global yang cepat.

"Rantai pasok global, arus modal, teknologi, dan pasar sedang direstrukturisasi," ujarnya.

Strategi Ekonomi dan Target Tinggi

Di sektor ekonomi, To Lam mendorong "model pertumbuhan baru" dengan target ambisius hingga 10 persen per tahun.

Menurut analisis Fulcrum, model ini berfokus pada percepatan pengambilan keputusan dan peran lebih besar sektor swasta dalam ekonomi.

Bahkan, sektor swasta disebut sebagai "kekuatan paling penting" dalam mendorong pertumbuhan baru Vietnam, demikian seperti tertulis dalam laporan jurnal ISEAS.

To Lam juga ingin Vietnam naik kelas dari basis manufaktur murah menjadi ekonomi bernilai tambah tinggi berbasis teknologi. Strategi ini mulai terlihat hasilnya dengan ekonomi Vietnam tumbuh sekitar 8 persen pada 2025, salah satu yang tercepat di Asia, menurut World Politics Review.

Stabilitas politik dan arah kebijakan pro-bisnis membuat Vietnam tetap menarik bagi investor asing.

Namun Reuters menyebut sejumlah analis mengingatkan risiko seperti potensi korupsi, ketimpangan, dan kedekatan dengan konglomerat besar.

Di sisi lain, Vietnam tetap mempertahankan kontrol politik ketat dengan lebih dari 160 aktivis dipenjara, menurut Human Rights Watch yang dikutip AFP.

Meski begitu, kombinasi reformasi agresif dan stabilitas politik membuat Vietnam tetap jadi salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di kawasan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sang Pengembara Es, Komet C/2026 A1 MAPS Tantang Panas Matahari
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Terima Audiensi Dubes Rusia, Ketua DPD Bahas Peluang Kerjasama Pengembangan Listrik Energi Nuklir
• 23 jam laludisway.id
thumb
Pedagang Tumpah Jadi Sorotan, Perumda Pasar Makassar Tingkatkan Pengawasan
• 3 jam laluterkini.id
thumb
Sirkulasi Siklonik Picu Cuaca Ekstrem, Sumatra hingga Papua Bakal Hujan Lebat
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Buntut Sengketa Rumah dengan Okin, Rachel Vennya Tempuh Jalur Hukum
• 5 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.