BREBES, KOMPAS — Insiden anjloknya Kereta Api Bangunkarta di emplasemen Stasiun Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, sempat membuat lalu lintas kereta di wilayah itu lumpuh sejak Senin (6/4/2026) siang. Setelah evakuasi rangkaian kereta dan perbaikan yang memakan waktu hingga belasan jam, jalur kereta dari dan menuju Stasiun Bumiayu itu sudah mulai bisa dilalui pada Selasa (7/4/2026) pagi.
Kereta Api (KA) Bangunkarta dengan rute Jombang, Jawa Timur, ke Pasar Senen, Jakarta, itu anjlok pada Senin pukul 14.15 WIB di emplasemen Stasiun Bumiayu.
Sejumlah gerbong kereta anjlok hingga menutupi dua jalur, baik yang menuju maupun dari arah Stasiun Bumiayu. Perjalanan KA yang melalui wilayah itu pun lumpuh total. Penyebabnya masih diinvestigasi.
Manajer Humas KAI Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto M As’ad Habibuddin mengatakan, pihaknya langsung berupaya mengevakuasi penumpang, mengevakuasi kereta, dan menormalisasi jalur kereta.
”Setelah melalui proses evakuasi sarana dan perbaikan jalur selama lebih kurang 14 jam, jalur tersebut kini dapat dilalui kembali pada Selasa pukul 04.08 WIB,” kata As’ad, saat dihubungi, Selasa pagi.
KA Barang Karacibon Service menjadi kereta pertama yang melintasi jalur tersebut pada Selasa pagi. Kendati demikian, kecepatan kereta itu dan kereta-kereta lain setelahnya masih dibatasi, yakni 20 kilometer per jam.
”Kami masih melanjutkan tahap normalisasi jalur. Fokus utama kami adalah memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi sehingga siang ini jalur kereta kami targetkan dapat kembali dilalui dengan kecepatan normal,” ucapnya.
PT KAI mengapresiasi seluruh petugas yang telah bekerja keras dalam menangani insiden tersebut.
Sejak Senin siang hingga Selasa pagi, sembilan perjalanan KA yang melalui jalur itu dibatalkan. Sementara itu, sebanyak 35 perjalanan KA dialihkan. Selama proses normalisasi yang mengharuskan KA berjalan dengan kecepatan terbatas, As’ad menyebut, ada kemungkinan sejumlah perjalanan terlambat.
As’ad menambahkan, PT KAI mengapresiasi seluruh petugas yang telah bekerja keras dalam menangani insiden tersebut. Berkat upaya mereka, perjalanan KA di wilayah Daop 5 Purwokerto bisa segera pulih dan tidak terganggu lebih lama.
Pulihnya jalur di Brebes itu pun membuat jadwal perjalanan KA dari wilayah Daop 6 (Yogyakarta-Solo Raya) mulai Selasa (7/4/2026) pagi kembali normal.
Manajer Humas Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan, sejak Selasa pagi, keberangkatan KA dari sejumlah stasiun di wilayah Daop 6 dengan tujuan berbagai kota berlangsung sesuai jadwal.
Sejumlah KA telah diberangkatkan tepat sesuai jadwal pada Selasa pagi. Beberapa di antaranya adalah KA Sri Tanjung (278) relasi Lempuyangan-Ketapang pukul 07.00 WIB, KA Lodaya (77B) relasi Solo Balapan-Bandung pukul 07.20 WIB, dan KA Taksaka (43) relasi Yogyakarta-Gambir pukul 07.30 WIB.
Selain itu, ada KA Bogowonto (103B) relasi Lempuyangan-Pasar Senen pukul 08.15 WIB, KA Argo Lawu (13) relasi Solo Balapan-Gambir pukul 08.30 WIB, KA Mataram (75B) relasi Solo Balapan-Pasar Senen pukul 08.40 WIB, dan KA Banyubiru (267) relasi Solo Balapan-Semarang Tawang pukul 08.55 WIB.
Namun, Feni menjelaskan, terdapat satu KA yang mengalami kelambatan pemberangkatan pada Selasa pagi, yakni KA Fajar Utama YK (109B) relasi Yogyakarta-Pasar Senen. KA tersebut jadwal keberangkatannya seharusnya pukul 07.00 WIB, tetapi menjadi pukul 08.00 WIB.
Feni mengatakan, kelambatan itu masih terkait dampak penanganan evakuasi KA Bangunkarta di Brebes. ”Atas kondisi ini, KAI Daop 6 Yogyakarta telah menyampaikan permohonan maaf dan memberikan service recovery kepada para penumpang yang terdampak sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tuturnya melalui keterangan tertulis.
Lebih jauh, Feni pun mengucapkan terima kasih atas kesabaran para penumpang selama proses penanganan dan pemulihan operasional berlangsung. ”KAI berkomitmen selalu mengedepankan keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan pelanggan dalam setiap perjalanan,” tuturnya.
Sebelumnya, Senin (7/4/2026), sejumlah perjalanan KA dari dan menuju wilayah Daop 6 terdampak insiden anjloknya KA Bangunkarta di Brebes. KAI menerapkan pola pengaturan operasi beberapa KA dengan memutar melalui jalur utara.
Secara total, Feni mengatakan, jumlah kumulatif KA yang memutar, baik yang berangkat maupun turun di wilayah Daop 6, sebanyak 26 KA. Terdapat pula satu perjalanan KA yang dibatalkan, yakni KA 45 Taksaka relasi Yogyakarta-Gambir pada Senin pukul 21.05 WIB.
Sementara itu, di wilayah Daop 4 Semarang, tercatat 20 perjalanan KA yang semula melintas di jalur selatan dialihkan melalui jalur utara atau melalui wilayah Daop 4 Semarang pada Senin.
Tak hanya itu, dua perjalanan KA di wilayah Daop 4 Semarang juga terpaksa dibatalkan. Pembatalan perjalanan itu dilakukan pada KA Kamandaka dengan rute Semarang-Purwokerto dan KA Joglosemarkerto dengan rute Purwokerto-Semarang-Solo.
Pelanggan yang melakukan pembatalan tiket akan mendapatkan pengembalian bea sebesar 100 persen.
Sebanyak 521 penumpang melakukan pembatalan tiket akibat pembatalan perjalanan. Rinciannya, 66 penumpang dari Stasiun Tegal, 83 penumpang dari Stasiun Pemalang, 77 penumpang dari Stasiun Pekalongan, 26 penumpang dari Stasiun Weleri, 203 penumpang dari Stasiun Semarang Poncol, dan 66 penumpang dari Stasiun Semarang Tawang.
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan, sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada pelanggan, KAI Daop 4 Semarang memberlakukan ketentuan pengembalian bea tiket bagi pelanggan yang terdampak perubahan pola operasi perjalanan ataupun pembatalan KA akibat rintang jalan.
”Pelanggan yang melakukan pembatalan tiket akan mendapatkan pengembalian bea sebesar 100 persen,” ujar Luqman.
Luqman menyebut, batas waktu pengajuan pengembalian bea tiket maksimal tujuh hari sejak jadwal keberangkatan. Pelanggan yang tidak melanjutkan perjalanan berhak atas pengembalian bea 100 persen, termasuk untuk tiket lanjutan/pergi-pulang (PP) yang dikelola KAI Group.
Pengajuan pengembalian bea tiket itu disebut Luqman dapat dilakukan melalui loket stasiun atau pusat panggilan 121. Untuk KA yang termasuk dalam daftar pembatalan atau cancel train, pembatalan dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI. Proses pengembalian bea itu bakal dilakukan melalui transfer bank.
”Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat gangguan operasional yang terjadi. KAI Daop 4 Semarang akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik serta memastikan pelanggan tetap mendapatkan hak layanan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Luqman.





