Implementasi Biodiesel B50 Perlu Penguatan Produksi Sawit di Sektor Hulu

republika.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rencana pemerintah menerapkan mandatori biodiesel B50 mulai semester kedua 2026, mendapat perhatian khusus dari pelaku industri sawit nasional. Hal itu karena ketersediaan bahan baku yang hingga kini masih terbatas.

Peneliti sawit Universitas Indonesia (UI), Dr Eugenia Mardanugraha menyebutkan, saat ini, produksi minyak sawit (CPO) nasional belum sepenuhnya mencukupi untuk memenuhi tambahan kebutuhan biodiesel pada level B50. Hal itu terjadi di tengah permintaan yang juga tinggi dari pasar ekspor dan kebutuhan domestik lainnya seperti pangan dan oleokimia.

Baca Juga
  • Dukung Implementasi B50, Pupuk Indonesia Usul Bangun Pabrik Metanol
  • IESR: Kebijakan B50 Bukan Solusi Jangka Panjang Atasi Krisis Energi
  • B50 Makin Disorot Demi Jaga Ketahanan Energi Nasional, Indonesia Siap?

"Kondisi ini menimbulkan potensi crowding out, di mana alokasi CPO akan saling bersaing antara kepentingan ekspor dan pemenuhan mandatori dalam negeri," kata Eugenia dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Dalam situasi tersebut, kata Eugenia, apabila kebijakan B50 dipaksakan untuk diimplementasikan dalam waktu dekat, penyesuaian yang paling mungkin terjadi adalah penurunan volume ekspor CPO. Hal itu disebabkan karena prioritas pemenuhan kebutuhan domestik, khususnya untuk program biodiesel, akan menyerap porsi yang lebih besar.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Israel Rilis Video Ledakan di Lebanon, Klaim Hancurkan Infrastruktur Hizbullah | KOMPAS PETANG
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
PJS Tegaskan Tak Pernah Tolak Kehadiran Parkir Digital, Hanya Minta Dihargai
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Cuaca Ekstrem Hantam Soetta, Puluhan Penerbangan Dialihkan dan Pilot Lakukan Go Around
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Putusan MK terkait Penghitungan Kerugian oleh BPK Dipelajari KPK
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.105 per USD, Pasar Cermati Tenggat Waktu AS untuk Iran
• 6 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.