FAJAR, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendorong penguatan peran camat dan lurah sebagai ujung tombak pemerintahan dalam memastikan efektivitas pelayanan publik di tingkat wilayah.
Ia menegaskan bahwa camat dan lurah tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana administratif, tetapi juga harus mampu menjadi problem solver yang responsif terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Menurut Munafri, pemahaman menyeluruh terhadap kondisi wilayah—mulai dari data masyarakat, fasilitas pendidikan, hingga aktivitas investasi—menjadi kunci agar kebijakan pemerintah berjalan selaras dengan kondisi di lapangan.
“Pastikan semua aktivitas di wilayah sesuai aturan dan terdata dengan baik,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sistem kerja yang kolaboratif dan terstruktur, mengingat kompleksitas pelayanan publik yang terus meningkat.
Munafri juga mengingatkan agar tidak terjadi pola kerja “one man show” dalam pemerintahan wilayah. Ia mendorong adanya pendelegasian tugas yang jelas agar pelayanan tetap berjalan optimal.
“Ini kerja tim. Harus ada distribusi tugas yang baik,” katanya.
Di sisi lain, ia menyoroti pentingnya penataan taman kota dan meminta kejelasan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup agar tidak terjadi tumpang tindih tanggung jawab.
Munafri turut menegaskan pentingnya konsistensi program “Jumat Bersih” dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk RT/RW sebagai ujung tombak di lingkungan.
Sebagai bentuk motivasi, Pemerintah Kota Makassar berencana memberikan penghargaan kepada kelurahan terbaik dan terbersih pada peringatan hari jadi Kota Makassar mendatang.
“Penghargaan ini diharapkan mendorong peningkatan kinerja dan partisipasi wilayah dalam menjaga kebersihan dan ketertiban,” pungkasnya. (*/)





