Polri Buka Rekrutmen Taruna Akpol 2026, Pastikan Transparan dan Bebas KKN

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Polri membuka rekrutmen Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun anggaran 2026. Proses seleksi dipastikan berjalan transparan dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, menegaskan, rekrutmen Akpol tidak mengenal jalur khusus dan hanya dilakukan melalui jalur reguler.

“Bahwa rekrutmen Akpol hanya melalui jalur reguler. Jika ada pihak yang mengiming-imingi atau memberi janji bahwa peserta tersebut atau anaknya bisa diterima melalui kuota khusus, jangan ditanggapi, saya ulangi, jangan ditanggapi, abaikan saja,” kata Isir di Mabes Polri, Selasa (7/4).

Isir juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap praktik percaloan atau penipuan dalam proses seleksi. Ia meminta masyarakat segera melapor jika menemukan indikasi tersebut.

“Terlebih kemudian ada yang mengiming-imingi ‘oh dengan bayaran sekian dan sekian dan sekian’, abaikan. Jika ada yang sudah telanjur menanggapi, silakan dilaporkan. Di sini ada perwakilan dari Divisi Propam Polri, bisa diadukan melalui QR code Propam Polri. Kemudian bisa diadukan melalui hotline proses rekrutmen, yaitu 0821-1685-877 atau silakan membuat laporan resmi ke Bareskrim atau Ditreserse di Polda jajaran,” jelasnya.

Menurut Isir, rekrutmen terpadu Polri 2026 tetap mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Bersih, artinya penerimaan calon anggota Polri dilakukan secara objektif, jujur, adil, dan yang paling penting adalah bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme,” kata dia.

“Transparan, rekrutmen dilakukan secara terbuka, melibatkan berbagai pihak pengawas, baik dari internal demikian juga pihak eksternal. Akuntabel, proses dan hasil penerimaan anggota Polri dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Isir juga memaparkan jumlah pendaftar Akpol 2026. Sebanyak 7.988 orang mendaftar secara daring, dengan 5.432 peserta dinyatakan lolos verifikasi dan berhak mengikuti tahapan seleksi selanjutnya.

Ia menambahkan, rekrutmen Taruna-Taruni Akpol merupakan investasi sumber daya manusia Polri untuk mencetak calon pimpinan di masa depan.

“Karena itu proses seleksi harus dijaga integritasnya dan hanya melalui satu jalur, yakni jalur reguler,” katanya.

Isir turut menanggapi soal evaluasi kurikulum pendidikan Akpol yang dinilai terlalu militeristik. Ia memastikan Polri terus melakukan analisis dan evaluasi secara berkala.

Menurutnya, nilai disiplin dan penghormatan terhadap hierarki tetap menjadi bagian dari pendidikan, namun tidak identik dengan budaya militer.

“Evaluasi terkait sikap perilaku yang memberi tambahan nilai-nilai kepribadian, dalam hal ini budaya-budaya kekerasan hubungan senior terhadap junior sudah lama diminimalisir bahkan dieliminir,” ucap dia.

“Secara singkat, kultur budaya polisi sipil inilah yang kemudian ditanamkan, bukan sekarang, sejak reformasi di ’98 ketika polisi dipisahkan peran antara kawan-kawan TNI dan polisi. Saat ini itu sedang diperkuat,” tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Hari Ini Berpotensi Rebound ke 7.020-7.050, Cermati ESSA, MEDC, TPIA, hingga AADI
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Dinkes Malang Gelar Imunisasi Campak, Sasar 1.400 Anak | JMP
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Wamenkop pastikan Kopdes Merah Putih mampu bangkitkan ekonomi desa
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
MSP Kantongi Proper Emas, Targetkan 100% Energi Terbarukan
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Wagub Banten Dorong Polisi Usut Kasus Mahasiswa Rekam Dosen di Toilet
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.