3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pimpinan Komisi I Desak PBB Bertanggung Jawab

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta mendesak pertanggungjawaban Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.

"PBB harus bertanggung jawab, termasuk dengan mendesak Israel tanggung jawab atas perbuatan mereka yang membuat 3 prajurit Indonesia gugur. Pemerintah perlu mendorong PBB untuk tegas," ujar Sukamta dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/4/2026).

Ia menilai, gugurnya tiga prajurit dalam misi perdamaian PBB tidak boleh dipandang sebagai insiden keamanan di wilayah konflik.

Baca juga: SBY Minta PBB dan UNIFIL Jelaskan Penyebab Tewasnya Prajurit TNI di Lebanon

Tegasnya, peristiwa tersebut harus dipandang serius sebagai persoalan yang menyentuh kredibilitas perlindungan terhadap pasukan perdamaian PBB.

"Termasuk tanggung jawab sistemik komunitas global dalam menjamin keselamatan pasukan yang bertugas di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa," ujar Sukamta.

Komisi I DPR, kata Sukamta, akan mengawal pemerintah Indonesia yang mendesak PBB untuk menginvestigasi insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI di Lebanon.

Mengingat peristiwa tersebut berkaitan langsung dengan perlindungan terhadap prajurit TNI serta tata kelola keamanan internasional.

"Jika investigasi tidak menghasilkan akuntabilitas yang dapat dipertanggungjawabkan, maka preseden yang terbentuk akan melemahkan posisi pasukan perdamaian di berbagai wilayah konflik ke depan," ujar Sukamta.

Baca juga: SBY Minta PBB Tegas Hentikan Penugasan Prajurit UNIFIL di Lebanon

Selain investigasi, ia meminta pemerintah untuk mendorong evaluasi terhadap kepatuhan seluruh pihak dalam perlindungan pasukan perdamaian PBB.

Ketika pasukan perdamaian justru menjadi korban, ia melihat adanya persoalan keamanan di lapangan dan efektivitas mandat internasional.

"Pemerintah perlu menggunakan seluruh kanal diplomasi yang tersedia, baik melalui perwakilan tetap Indonesia di PBB, forum bilateral, maupun komunikasi intensif dengan negara-negara anggota Dewan Keamanan, untuk memastikan investigasi berjalan independen, transparan, dan menghasilkan posisi resmi yang dapat diterima publik internasional," ujar Sukamta.

Baca juga: Prajurit TNI di Lebanon Berlindung di Bunker, Anggota DPR: Kesiapsiagaan yang Tak Bisa Ditawar

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Di samping itu, ia mendorong pemerintah untuk mengevaluasi keamanan prajurit TNI yang bertugas sebagai United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

"Artinya memastikan agar prajurit Indonesia yang bertugas sebagai penjaga perdamaian mendapat jaminan keamanan dan keselamatan secara maksimal," ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perebutan Scudetto Meluas! AC Milan Gagal Bangkit, Napoli Curangi Kemenangan di Menit Akhir
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
PM Spanyol: Serangan terhadap pasukan PBB di Lebanon harus dihentikan
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
BNN Usulkan Larangan Vape dan Cairannya Masuk RUU Narkotika
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng RT/RW dan Ormas Sasar Pekerja Informal
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Bareskrim Polri Seret The Doctor ke Indonesia: Pemasok Utama Narkoba Jaringan White Rabbit dan NTB
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.