Bareskrim Polri Seret The Doctor ke Indonesia: Pemasok Utama Narkoba Jaringan White Rabbit dan NTB

tvonenews.com
20 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pelarian Andre Fernando alias Charlie, buron pemasok sabu yang dikenal dengan julukan "The Doctor", resmi berakhir. 

Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri membawanya tiba di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, pada Senin (6/4) malam untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tersangka yang berperan sebagai pemasok barang haram bagi bandar Koko Erwin ini tampak turun dengan pengawalan ketat. 

"The Doctor" terlihat mengenakan kaus oblong hitam dan celana pendek krem, dengan kondisi kaki yang terbalut kain kasa.

Ia harus menggunakan kursi roda dengan tangan terikat kabel ties saat memasuki gedung.

Proses pemulangan buron ini dikawal oleh sembilan personel tim Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dengan iring-iringan dua mobil sedan. 

Andre hanya terdiam dan tidak memberikan komentar sedikit pun saat dihujani pertanyaan oleh awak media.

Kepala Satgas Network Inspection Center (NIC) Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Kevin Leuleury mengungkapkan bahwa Andre merupakan aktor intelektual di balik suplai narkoba untuk dua jaringan besar di Tanah Air.

“Andre alias 'The Doctor' merupakan penyuplai dari dua jaringan yang ada di Indonesia. Yang pertama jaringan NTB yang sudah kita tangkap, Koko Erwin, dan kedua jaringan dari White Rabbit di PIK maupun di Gatot Subroto,” ungkap Kevin.

Terkait proses penangkapan, Kevin menjelaskan bahwa tersangka diringkus di sebuah apartemen di kawasan Penang, Malaysia, pada Minggu (5/4) sore. 

Operasi ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara Polri dan Interpol. Sejumlah barang bukti berupa ponsel pintar dan sebuah tas turut disita dari lokasi persembunyiannya.

“Tidak ada perlawanan, tetapi kita berkoordinasi juga dengan Interpol. Jadi, mereka yang melakukan penindakan di Malaysia. Penangkapannya dilakukan kemarin sore di sebuah apartemen di Penang, Malaysia,” jelasnya.

Hasil interogasi awal menunjukkan bahwa Andre telah menetap di Malaysia sejak tahun 2024. 

Pihak kepolisian menegaskan bahwa penangkapan ini bukan merupakan titik akhir, melainkan pintu masuk untuk membongkar sindikat narkoba yang lebih luas.

“Jadi, dari Dittipidnarkoba Bareskrim Polri kita mulai membangun ataupun kita menangkap jaringan dari bawah sampai ke atas. Jadi, mulai dari hulu sampai ke hilir,” tegas Kevin. (ant/dpi)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Universitas Budi Luhur Buka Peluang Investigasi Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Mahasiswi
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Perusahaan ‘Kontributor’ Banjir Sumatra Siap Bayar Tagihan Kerusakan Lingkungan
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Libur Paskah 2026, PLBN Entikong Layani 6.769 Pelintas Batas Indonesia–Malaysia
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Restoran Mi Ikan Khas Singapura Little Red Dot Resmi Kantongi Sertifikat Halal
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Negara Rugi Rp25 Triliun per Tahun Imbas Rokok Ilegal, Hambat Program Prioritas
• 9 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.