Barang Unik High-end, Gimmick Marketing?

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pernah nggak sih kalian liat barang di MetSource terus mikir hah kira-kira siapa yang mau beli kayak gini? Nah selamat datang di dunia high-end fashion zaman sekarang,  dimana fungsi barang itu nomor sekian, yang nomor satu adalah gimana barang bisa bikin internet heboh. Jadi kita nggak lagi bicara soal kualitas jahitan, tapi soal attention economy, gimana cara dapet perhatian di tengah jutaan konten setiap harinya. Jadi ada strategi jualan keanehan atau absurdity dan ini sebenarnya langkah yang super cerdas ya, karena orang akhirnya suka rela nge-share bikin konten sampai masuk berita.
  The Pigeon Pouch by J.W. Anderson
Nah itu artinya apa? Iklan gratis dengan jangkauan global.  Dan kali ini kita akan bedah bagaimana barang-barangnya kelihatannya sebetulnya nggak masuk akal, tapi justru jadi mesin pencetak cuan dan bikin brand mereka semakin stand out kalau dibandingkan dengan yang lainnya. Jadi kita lihat yang pertama, bisa Anda bayangkan kalau kalian datang ke kondangan ataupun acara formal, tapi bukan nenteng tas cantik, tapi kalian malah ngegenggam burung merpati.

Ini kan sebetulnya aneh ya, tapi faktanya ternyata itu harganya sampai 14 juta ludes dan juga punya daftar tunggu yang panjang. Padahal buat buka tasnya aja tuh ribet, cuman bisa ditaruh HP kecil dan nggak ada talinya sama sekali.

Baca Juga :

7 Coklat Termahal di Dunia, Hingga Rp8,3 Juta Per Batang!
Tapi kenapa sih orang mau beli? Jadi jawabannya adalah conversational value. Jadi di dunia fashion, barang ini adalah icebreaker yang paling ampuh. Yang mana orang nggak beli tas ini buat simpen barang, tapi buat beli perhatian dari orang-orang.

Jadi pas kalian bawa ini, semuanya tuh bakal tertuju pada kalian dan orang tuh bakal langsung nanya, eh itu tas burung beneran. Dan disitulah letak ada gengsinya. Kalian berani tampil beda dan punya selera yang mahal.

Yang mana? Ini pemirsa untuk The Pigeon Pouch by J.W. Anderson. Ini ngambil objek yang biasanya dianggap hama di kota besar, ini kayak di London ataupun di New York. Terus ia ubah jadi barang yang mewah.

Dan inilah cara mereka bilang kalau fashion itu nggak harus kaku dan serius. Kadang bisa menjadi unik dan nyeleneh untuk menjadi cara yang paling gampang buat nunjukin kalau kalian tuh justru punya kelas tersendiri.

Baca Juga :

5 Rekomendasi Tas Ransel Wanita Lokal yang Fashionable

Teknologi NASA ke atas catwalk
Ini dari Coperni. Jadi kalau Kaeperni ini levelnya udah beda lagi soalnya Coperni ini bikin tas yang hampir 100% isinya tuh cuma udara pemirsa, ini kurang lebih bentuknya. Ini namanya adalah Air Swipe Bag.

Bahannya tuh pakai teknologi NASA yang biasa dipakai buat nangkep debu bintang di luar angkasa. Bayangin, berarti ini juga cuma 33 gram lebih ringan dari segelas air mineral  tapi harganya buat beli rumah atau mobil mewah karena sistemnya custom order. Terus kira-kira ini tuh sebenarnya gunanya apa? Ya secara fungsi sebetulnya hampir nggak ada ya.

Mungkin bisa dimasukin satu iPhone ataupun juga harus hati-hati karena supaya nggak pecah ataupun lecet karena bahannya ini tipis dan dari kaca. Tapi di sini Coperni lagi nggak jualan tas ya pemirsa, mereka lagi pamer teknologi. Mereka tuh akan menyampaikan ke dunia kalau mereka adalah brand masa depan yang bisa bikin hal mustahil justru jadi nyata.

Dan jangan tanya ada nggak sih peminatnya? Ada pemirsa, kira-kira siapa? Tentunya peminatnya adalah kolektor seni yang sudah bosen nih sama tas kulit biasa. Mereka memiliki tas ini tuh kayak punya potongan sejarah teknologi di lemari. Meskipun absurd secara fungsi tas ini justru sukses bikin sama Coperni menjadi obrolan di kalangan ilmuwan sampai fashion intesias yang ujung-ujungnya bikin nilai brand mereka tuh naik bahkan sampai berkali-kali lipat.
The master of satire
Oke kalau kedua Coperni kita akan lihat yang ketiga. Ini adalah Balenciaga.  Kita harus bahas rajanya barang absurd yaitu Balenciaga.

Karena mereka ini sebetulnya adalah juaranya bikin eksperimen sosial. Dari jual tas yang mirip banget sama kantong sampah yang dengan harga 28 juta, tas belanja leis yang sampai paling baru itu gelang yang mirip banget sama lakban bangunan dengan harga 50 juta. Banyak orang yang jadi marah-marah ya pemirsa kalau kita lihat di media sosial dan bilang Balenciaga ini lagi ngetahuin orang kaya nih, orang semua kayak ginian harus dibeli.

Tapi lucu karena semakin dihujat barangnya semakin laku. Karena Balenciaga itu main di rana irony marketing. Ini bedanya.

Jadi pembelinya itu adalah orang-orang yang pengen pamer  kalau mereka saking kayanya sampai nggak peduli kalau barang yang mereka pakai itu bentuknya kayak sampah atau bahkan barang murah dan itu adalah level tertinggi. Dari rasa percaya diri dalam berbusana. Jadi strategi dari Balenciaga ini cukup simpel.

Jangan sampai jadi membosankan. Jadi Balenciaga ini paham kalau internet dan hujatan para medsos itu seringkali yang berubah menjadi ketenaran. Semakin netizen ribut ngebahas keanehan produknya, semakin kuat posisi Balenciaga sebagai brand paling berani dan juga bisa dikatakan pemberontak.

Mereka juga sukses mengubah barang sehari-hari yang nggak ada harganya. Contohnya yang ini ya pemirsa ini selotip ya.  Ini jadi barang mewah yang diperebutkan.

Jadi kalau kita melihat dari tiga brand tadi adalah strategi branding melalui barang absurd bukan sebuah kekonyolan tanpa tujuan. Tapi ini menjadi taktik komunikasi yang sangat canggih terutama di era digital saat ini. Dengan mengaburkan batas antara seni, satir dan juga konsumerisme  justru brand-brand tadi berhasil menciptakan eksklusifitas  yang tidak hanya bisa dibeli dengan uang tapi dengan keberanian untuk tampil beda.

Mereka juga paham kalau di dunia sudah terlalu penuh dengan produk yang mirip-mirip ini menjadi pembicaraan adalah kunci utama supaya mereka tetap relevan dan juga mempertahankan nilai prestis mereka di mata dunia. Dan pada akhirnya kesuksesan mereka ini mengajarkan kalau branding yang kuat adalah tentang membangun emosi dan juga narasi saat konsumen membeli tas merpati ataupun udara mereka tidak sedang membeli fungsinya tapi membeli sebuah cerita dan juga status sebagai sosok yang visioner dan juga berani mendobrak nomor. Dan ini membuktikan kalau kreativitas tanpa batas jika dipadukan dengan pemahaman psikologi pasar yang tajam bisa mengubah hal yang paling absur sekalipun menjadi aset bisnis yang sangat menguntungkan.

Jadi bagaimana keabsurdan justru menjadi kemewahan dan justru mendatangkan cuan-cuan lainnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seskab Teddy Tanggapi Saiful Mujani: Bapak Presiden Ngurusin Hal Besar
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
BNN Usul Bisa Sadap Sejak Penyelidikan di RUU Narkotika
• 41 menit laluokezone.com
thumb
Jalan Alternatif di Bener Meriah Lumpuh Akibat Sungai Meluap
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kejagung Ajukan Kasasi Vonis Bebas Delpedro Cs
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK Geledah Rumah Orang Kepercayaan Maidi di Jatiwangi Regency
• 8 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.